Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Ikan Belanak, Sering Melompat Keluar Air
ikan belanak (inaturalist.org/Malcolm Francis)
  • Ikan belanak sudah hidup sejak periode oligosen, sekitar 34–23 juta tahun lalu, dengan fosil tertua ditemukan di Prancis dan beberapa spesies modern muncul 10–5 juta tahun lalu.
  • Ikan ini populer sebagai konsumsi di berbagai daerah termasuk Indonesia, kaya protein, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan seperti menjaga massa otot serta mencegah penyakit tiroid.
  • Ikan belanak dikenal sering melompat keluar air, memiliki puluhan spesies dari famili Mugilidae, dan mayoritas bersifat herbivor yang memakan alga serta detritus menggunakan ampela khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pencinta ikan laut pasti sudah tak asing dengan ikan belanak. Ia merupakan ikan berukuran sedang dengan badan memanjang dan kerap ditemukan di perairan dangkal. Penyebutan ikan belanak tak merujuk kepada satu spesies, melainkan merupakan penyebutan bagi semua ikan yang berasal dari famili Mugilidae.

Di Indonesia, ikan belanak cukup populer sebagai ikan konsumsi dan kerap dijual di berbagai tempat. Ikan ini juga unik karena sering melompat keluar dari air. Tak hanya itu, bahkan ikan belanak sudah hidup sejak berjuta-juta tahun yang lalu, lho. Nah, berikut berbagai fakta menarik ikan belanak yang wajib kamu tahu.

1. Sudah hidup sejak periode oligosen

ikan belanak (inaturalist.org/coenobita)

Artikel di jurnal Comptes Rendus Palevol menjelaskan bahwa ikan belanak sudah hidup sejak periode Oligosen. Periode tersebut berlangsung sekitar 34–23 juta tahun yang lalu, jauh sebelum manusia menapakkan kakinya di muka bumi. Tercatat, fosil ikan belanak tertua adalah Mugil princeps yang ditemukan di Aix-en-Provence, Prancis. Penelitian pada 2020 juga menambahkan bahwa genus Mugil setidaknya sudah berevolusi secara mandiri sejak 30 juta tahun yang lalu. Beberapa spesies modern seperti Mugil cephalus, Mugil curema, dan Mugil rubrioculus juga sudah hidup sejak 10–5 juta tahun yang lalu.

2. Menjadi ikan konsumsi yang populer di berbagai daerah

ikan belanak (inaturalist.org/IHUNTA)

Ikan belanak menjadi ikan konsumsi yang cukup populer di berbagai daerah seperti wilayah Mediterania, Eropa, Afrika, hingga Indonesia. Di Indonesia sendiri, ikan belanak kerap diolah dengan cara digoreng, dipanggang, dipepes, atau disemur. Kandungan gizi ikan belanak juga melimpah, mulai dari protein hingga vitamin.

Dilansir Alodokter, dalam 100 gram ikan belanak terdapat sekitar 117 kalori. Selain kalori, ikan belanak juga mengandung 19,4 gram protein, 3,79 gram lemak, 221 miligram fosfor, 41 miligram kalsium, hingga 0,52 miligram zinc. Selenium, vitamin B3, vitamin B6, dan omega-3 juga hadir di dalam tubuh ikan ini. Jika dikonsumsi, ikan belanak bisa menambah massa otot dan mencegah penyakit tiroid.

3. Ikan belanak kerap melompat keluar air

ikan belanak (commons.wikimedia.org/Afsar Nayakkan)

Salah satu hal paling unik yang ditunjukkan oleh ikan belanak adalah kebiasaannya melompat keluar dari air. Artikel di jurnal Environmental Biology of Fishes menjelaskan bahwa ikan ini memiliki dua tipe lompatan, yaitu lompatan lurus tinggi untuk menghindari predator dan lompatan rendah. Sayangnya, para ahli belum yakin apa fungsi dari lompatan rendah tersebut. Salah satu hipotesis yang populer menjelaskan bahwa ikan belanak akan melompat rendah dalam rangka menghirup oksigen secara langsung dari udara.

4. Ikan belanak dibagi menjadi puluhan spesies

ikan belanak (inaturalist.org/David Spencer Muirhead)

Dikutip dari iNaturalist, ikan belanak dibagi menjadi 78 spesies dan 26 genus. Beberapa genus ikan belanak adalah Mugil, Myxus, Joturus, Paramugil, Dajaus, Chelon, dan Neochelon. Lebih lanjut, beberapa spesies ikan belanak adalah Chelon auratus, Chelon labrosus, Mugil liza, Mugil hospes, Joturus pichardi (takson monotipik), Paramugil parmatus, Paramugil georgii, Neochelon falcipinnis (takson monotipik), Dajaus monticola (takson monotipik), Chelon ramada, dan Chelon bandialensis.

5. Ikan belanak merupakan pemakan tanaman

ikan belanak (inaturalist.org/David Spencer Muirhead)

Menurut laman RiteAngler, kebanyakan spesies ikan belanak adalah herbivora (pemakan tanaman). Makanan ikan tersebut mencakup alga, diatom, dan detritus (sisa-sisa makanan hewan lain). Ikan belanak akan mencari makanan secara berkelompok, entah itu di permukaan air, di laut lepas, di area karang, di bebatuan, atau di dasar laut. Ikan belanak juga memiliki gizzard (ampela) di dalam tubuhnya yang secara khusus digunakan untuk menghancurkan dan mencerna material tanaman yang keras. Hal tersebut membuat ikan ini bisa beradaptasi untuk memakan apa pun.

Rupanya, ikan belanak merupakan hewan pemakan tanaman yang sudah hidup sejak puluhan juta tahun yang lalu. Karena itu, ikan belanak bisa dikategorikan sebagai hewan yang sudah tua. Fakta tersebut juga menjadi bukti bahwa ikan belanak bisa bertahan hidup dan menyesuaikan diri walau kondisi dunia terus berubah secara drastis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team