Ikan baung (commons.wikimedia.org/W.A. Djatmiko)
Ikan baung merupakan penyebutan bagi ikan yang berasal dari genus Hemibagrus. Jika melihat taksonominya, ikan baung masuk ke dalam ordo Siluriformes. Artinya, ia berkerabat dengan ikan lele, patin, dan sapu-sapu. Jadi, jangan heran jika ikan baung sangat mirip dengan ikan lele. Hanya saja, biasanya ikan baung memiliki ukuran yang lebih kecil dan bentuk tubuh yang mirip dengan ikan konvensional lain.
Laman iNaturalist menjelaskan kalau ikan baung memiliki banyak spesies, seperti Hemibagrus amemiyai, Hemibagrus baramensis, Hemibagrus bongan, dan Hemibagrus fortis. Sama seperti ikan lele, ikan baung juga kerap dijual, dimakan, dan dipancing. Namun saat ini ikan baung sudah tidak sepopuler dahulu. Pertama, populasinya mulai tergusur oleh ikan invasif dan ikan asing. Tak hanya itu, habitat ikan baung juga mulai rusak akibat perbuatan manusia.
Sebenarnya, dahulu ada banyak ikan lokal yang menghuni perairan Indonesia. Sayangnya, aktivitas manusia, kerusakan habitat, dan kehadiran ikan invasif mulai menggusur populasi mereka. Saat ini, manusia juga tidak terlalu memperhatikan populasi ikan-ikan lokal. Karena hal tersebut, banyak ikan lokal yang populasinya terus menurun. Nah, sebagai masyarakat Indonesia yang bijak, maka kita harus melestarikan dan menjaga eksistensi ikan-ikan lokal agar mereka tidak musnah dari muka bumi.
Ikan lokal apa saja yang saat ini populasinya paling terancam? | Beberapa di antaranya adalah Ikan Belida (Sumatra dan Kalimantan), Ikan Nilem, Ikan Tor/Kancra, dan berbagai jenis Ikan Betok atau Wader. Ikan-ikan ini semakin sulit ditemukan karena habitatnya dikuasai oleh spesies asing. |
Siapa saja "aktor utama" ikan invasif yang merusak ekosistem Indonesia? | Ikan yang paling sering dilaporkan merusak adalah Ikan Sapu-sapu, Ikan Aligator, Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus), dan Ikan Piranha (meskipun jarang). Di beberapa danau, ikan Red Devil telah memusnahkan populasi ikan lokal karena sifatnya yang sangat teritorial dan predator. |
Mengapa ikan lokal sulit bersaing dengan ikan invasif? | Ikan invasif biasanya memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat terhadap polusi, siklus reproduksi yang lebih sering dan banyak, serta tidak memiliki predator alami di Indonesia. Sementara itu, ikan lokal kita cenderung lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dan memiliki pertumbuhan yang lebih lambat. |