Penampakan gempa vulkanik terjadi di area Keramikan Kawah Nirwana, Suoh, Lampung Barat. (IDN Times/Istimewa).
Jika gempa tektonik disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik, maka gempa satu ini disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Berbeda dengan gempa tektonik yang relatif dahsyat, gempa vulkanik tergolong "ringan" dan berdampak hanya di sekitar gunung berapi.
Bayangkan saja, gempa vulkanik terbesar dalam sejarah tercatat pada 1981 di Gunung Berapi St. Helens. Seberapa besar? Hanya sebesar 5.5 Skala Richter.
Akan tetapi hasilnya tidak kecil. Berikut video rekaman terjadinya letusan gunung berapi St. Helens.
Terdapat dua jenis gempa vulkanik:
- Tektonik-vulkanik
- Vulkanik jangka panjang
Gempa tektonik-vulkanik, sesuai namanya, disebabkan oleh letusan magma. Magma yang ingin keluar dari gunung berapi memberikan tekanan pada lempeng tektonik hingga mengalami retakan. Retakan inilah yang menggetarkan permukaan bumi. Untungnya, getaran yang dihasilkan amat kecil.
Sedangkan gempa vulkanik jangka panjang disebabkan oleh perubahan tekanan di lapisan bumi oleh aktivitas vulkanik. Dapat terukur oleh seismograf, tipe gempa vulkanik satu ini menjadi tolok ukur jika gunung berapi akan meletus di kemudian hari, sehingga masyarakat dapat dievakuasi.