ilustrasi tertawa (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Kesedihan yang terlalu sunyi sering membuat orang merasa canggung untuk berbicara. Dalam kondisi seperti itu, tawa kecil kadang muncul sebagai cara sederhana untuk mencairkan suasana. Hal ini sering terjadi saat keluarga atau teman lama berkumpul dan mencoba saling menguatkan.
Contoh yang sering terlihat terjadi ketika seseorang menceritakan kebiasaan unik almarhum, seperti cara bercanda atau komentar spontan yang dulu sering muncul. Cerita itu membuat orang lain ikut mengingat momen yang sama, lalu tawa kecil muncul di tengah percakapan. Dari situ, obrolan biasanya mengalir lebih ringan dan orang-orang mulai saling berbagi cerita.
Berduka tidak selalu terlihat sama pada setiap orang. Ada yang mengekspresikannya lewat tangisan, ada yang memilih diam, dan ada pula yang sesekali tertawa ketika kenangan lama muncul kembali. Selama rasa hormat terhadap orang yang telah pergi tetap ada, berbagai reaksi itu sebenarnya bagian dari cara manusia menghadapi kehilangan. Jadi, ketika melihat seseorang tertawa saat berduka, mungkin yang muncul bukan ketidakpedulian, melainkan kenangan yang tiba-tiba kembali hidup. Bukankah itu juga cara lain untuk mengingat seseorang?
Referensi
"Humor: A Grief Trigger and Also a Way to Manage or Live With Your Grief". Sage Choice. Diakses Februari 2026.
"Laughing in the Face of Death: Coping with Grief Effectively". TC Columbia University. Diakses Februari 2026.
"The Role of Humour in Grief: Finding Laughter Amid Sorrow". Sara Torrome Counselling. Diakses Februari 2026.
"Understanding Why Laughter Can Be a Response to Death". Love to Know. Diakses Februari 2026.