Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Ada Orang Tertawa saat Berduka? Reaksi yang Jarang Dipahami
ilustrasi berduka (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Tertawa saat berduka bisa muncul karena kenangan lucu tentang orang yang telah pergi sehingga momen sedih bercampur dengan ingatan yang hangat.

  • Tawa juga dapat menjadi reaksi spontan terhadap situasi emosional yang terlalu berat, seperti rasa gugup, canggung, atau tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

  • Dalam beberapa situasi dan budaya, tertawa justru dianggap cara mengenang dan merayakan kehidupan almarhum, bukan tanda tidak menghargai kehilangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berduka sering dibayangkan sebagai suasana sunyi, penuh air mata, dan wajah muram. Kenyataannya tidak selalu begitu. Sebab, dalam beberapa situasi, justru ada orang yang tertawa di tengah momen berduka. Reaksi semacam ini kerap menimbulkan kebingungan bagi orang lain yang menyaksikannya.

Padahal, tertawa saat berduka bukan selalu tanda tidak peduli terhadap kehilangan. Fenomena ini sering muncul dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki cerita yang lebih rumit daripada sekadar dianggap tidak pantas. Berikut beberapa sudut pandang yang dapat membantu memahami mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Ingatan lucu sering muncul ketika keluarga mengenang orang yang telah pergi

ilustrasi tertawa (pexels.com/Marcus Aurelius)

Ketika keluarga berkumpul setelah seseorang meninggal, percakapan sering beralih pada cerita lama tentang orang tersebut. Banyak kenangan yang muncul justru berupa kisah lucu, misalnya kebiasaan kecil yang dulu sering membuat orang rumah tertawa. Saat cerita itu diulang, suasana duka kadang berubah menjadi tawa singkat karena semua orang mengingat momen yang sama. Hal ini sering terlihat dalam obrolan keluarga ketika mereka duduk bersama setelah pemakaman.

Tawa semacam ini bukan berarti melupakan rasa kehilangan. Justru sebaliknya, kenangan lucu membuat sosok yang telah pergi terasa masih dekat. Banyak orang merasa lebih hangat ketika mengingat hal kecil yang dulu terjadi di rumah, seperti kebiasaan bercanda saat makan malam atau cerita perjalanan keluarga yang penuh kekonyolan. Momen itu membuat suasana tidak sepenuhnya tenggelam dalam kesedihan.

2. Kita kadang melepaskan tawa ketika suasana terlalu berat

ilustrasi tertawa (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Situasi duka sering membuat suasana ruangan terasa sangat sunyi dan menekan. Dalam kondisi seperti itu, sebagian orang justru tertawa secara spontan tanpa benar-benar berniat melakukannya. Reaksi tersebut sering muncul saat seseorang merasa canggung, gugup, atau tidak tahu harus berkata apa.

Kamu bisa melihat contohnya ketika seseorang datang melayat, lalu tanpa sengaja mengingat kejadian lucu bersama almarhum. Ia mencoba menahan ekspresi, tetapi tawa kecil tetap keluar karena suasana hati bercampur antara sedih dan gugup. Orang di sekitarnya kadang salah paham, padahal sebenarnya itu hanya reaksi spontan tubuh saat menghadapi situasi yang terasa terlalu berat.

3. Beberapa budaya justru membiarkan suasana duka tidak selalu muram

ilustrasi berduka (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Cara masyarakat menghadapi kehilangan tidak selalu sama. Di sejumlah daerah, acara setelah kematian justru dipenuhi cerita santai tentang kehidupan orang yang telah pergi. Keluarga dan kerabat berkumpul, makan bersama, lalu mengenang banyak hal yang pernah terjadi.

Dalam suasana seperti itu, tawa bukan dianggap hal yang tidak sopan. Tertawa justru menjadi cara untuk merayakan kehidupan orang tersebut. Orang-orang yang hadir sering mengatakan bahwa almarhum semasa hidupnya suka bercanda sehingga mengenangnya dengan cerita lucu terasa lebih jujur daripada hanya duduk diam sepanjang waktu.

4. Kedekatan dengan almarhum sering memunculkan reaksi yang tidak terduga

ilustrasi berduka (pexels.com/cottonbro studio)

Orang yang sangat dekat dengan seseorang kadang menunjukkan reaksi yang berbeda saat kehilangan terjadi. Ada yang menangis lama, ada yang justru tampak tenang, bahkan ada yang beberapa kali tertawa ketika mengingat hal-hal kecil. Reaksi ini sering muncul karena hubungan mereka penuh kenangan yang berwarna.

Seorang sahabat lama, misalnya, teringat kejadian konyol saat masa sekolah. Ketika cerita itu muncul di tengah suasana berduka, ia bisa saja tertawa sebelum akhirnya kembali terdiam. Tawa itu bukan tanda tidak menghargai kehilangan, melainkan cara ingatan bekerja ketika seseorang mengingat banyak momen yang pernah dilewati bersama.

5. Tertawa kadang menjadi cara sederhana agar suasana tidak terasa terlalu sunyi

ilustrasi tertawa (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kesedihan yang terlalu sunyi sering membuat orang merasa canggung untuk berbicara. Dalam kondisi seperti itu, tawa kecil kadang muncul sebagai cara sederhana untuk mencairkan suasana. Hal ini sering terjadi saat keluarga atau teman lama berkumpul dan mencoba saling menguatkan.

Contoh yang sering terlihat terjadi ketika seseorang menceritakan kebiasaan unik almarhum, seperti cara bercanda atau komentar spontan yang dulu sering muncul. Cerita itu membuat orang lain ikut mengingat momen yang sama, lalu tawa kecil muncul di tengah percakapan. Dari situ, obrolan biasanya mengalir lebih ringan dan orang-orang mulai saling berbagi cerita.

Berduka tidak selalu terlihat sama pada setiap orang. Ada yang mengekspresikannya lewat tangisan, ada yang memilih diam, dan ada pula yang sesekali tertawa ketika kenangan lama muncul kembali. Selama rasa hormat terhadap orang yang telah pergi tetap ada, berbagai reaksi itu sebenarnya bagian dari cara manusia menghadapi kehilangan. Jadi, ketika melihat seseorang tertawa saat berduka, mungkin yang muncul bukan ketidakpedulian, melainkan kenangan yang tiba-tiba kembali hidup. Bukankah itu juga cara lain untuk mengingat seseorang?

Referensi
"Humor: A Grief Trigger and Also a Way to Manage or Live With Your Grief". Sage Choice. Diakses Februari 2026.
"Laughing in the Face of Death: Coping with Grief Effectively". TC Columbia University. Diakses Februari 2026.
"The Role of Humour in Grief: Finding Laughter Amid Sorrow". Sara Torrome Counselling. Diakses Februari 2026.
"Understanding Why Laughter Can Be a Response to Death". Love to Know. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎