Bahasa menggambarkan identitas seseorang, suatu hal yang membedakan seseorang dari yang lain. Sebagai bagian dari bahasa, aksen (accent) adalah ciri bahasa yang membedakan satu bangsa atau kelompok suku dengan yang lain.
Menariknya, tak jarang kita melihat orang, baik yang terdekat hingga figur publik, yang tergerus aksennya sesudah sekolah, bekerja, atau tinggal di daerah atau negara lain. Hal ini juga umum kita lihat di film, seperti Benedict Cumberbatch yang memakai aksen Amerika saat jadi Dr. Strange atau Gwyneth Paltrow berbicara British di Shakespeare in Love (1999).
Jika kita mempertimbangkan maksudnya, mungkin perubahan aksen bukan fenomena aneh. Namun, pertanyaannya, mengapa aksen seseorang bisa berubah seiring waktu?