Burung hantu adalah hewan nokturnal. Meski beberapa burung hantu juga terbang di siang hari, tapi sebagian besar aktivitasnya dilakukan di malam hari. Ini menjadi salah satu alasan mengapa burung hantu disebut burung hantu.
Kebiasaan burung hantu aktif di malam hari mirip hantu yang sering kali muncul di tengah malam. Namun, sebenarnya ada alasan khusus burung hantu keluar di malam hari, lho.
Dilansir National Geographic, indra penglihatan dan pendengaran burung hantu berfungsi sangat baik saat malam hari. Burung ini dibekali lapisan jaringan di belakang retina yang dapat memantulkan cahaya. Walaupun berada di kegelapan, burung hantu bisa terbang dengan jelas. Gak bakal nabrak-nabrak pokoknya!
Burung hantu berburu mangsa di malam hari. Biasanya burung hantu mengincar hewan pengerat, tapi gak jarang memangsa burung, ikan, atau serangga.
Itulah alasan mengapa burung hantu disebut burung hantu. Bukan mitosnya saja yang seram, tapi karakteristik uniknya juga bikin merinding.
Burung hantu juga ternyata memiliki banyak karakteristik yang membuatnya spesial. Cukup make sense bila dinamai burung hantu, ya?
Mengapa burung ini dinamakan "Burung Hantu" dalam bahasa Indonesia? | Penyebutan ini berkaitan erat dengan sifat nokturnal (aktif di malam hari) dan penampilan fisiknya yang misterius. Suaranya yang melengking di tengah kesunyian malam serta kemampuannya muncul tiba-tiba dalam kegelapan membuat masyarakat zaman dulu mengaitkannya dengan keberadaan makhluk halus atau hantu. |
Bagaimana penyebutan burung hantu dalam bahasa Inggris (Owl)? | Berbeda dengan Indonesia, kata "Owl" berasal dari akar bahasa Jermanik dan Inggris Kuno yang merujuk pada suara atau jeritan burung tersebut. Nama ini lebih bersifat deskriptif terhadap bunyinya (echoic) daripada dikaitkan dengan aspek supranatural. |
Mengapa burung hantu sering terlihat di area pemakaman? | Ini murni alasan biologis, bukan mistis. Pemakaman yang banyak pohon besar dan jarang terganggu manusia menjadi habitat ideal bagi tikus dan serangga (makanan utama burung hantu). Selain itu, bangunan tua atau celah di area tersebut menjadi tempat bersarang yang aman bagi mereka. |