Idul Fitri bisa jatuh pada musim yang berbeda karena kalender Hijriah terus bergeser terhadap kalender Masehi dari tahun ke tahun. Selisih jumlah hari antara kedua kalender tersebut membuat tanggal Idul Fitri tidak terikat pada satu musim tertentu. Akibatnya, seiring waktu, tanggalnya akan terus bergeser dan melewati berbagai periode dalam satu tahun Masehi.
Pergeseran ini membuat Ramadan dan Idul Fitri memiliki siklus sekitar 33 tahun untuk kembali mendekati waktu yang sama dalam kalender Masehi. Dalam rentang waktu tersebut, umat Muslim bisa merasakan Ramadan dan Idul Fitri di berbagai kondisi musim.
Di beberapa negara, puasa bisa terjadi saat siang hari sangat panjang. Sementara itu, pada waktu lain justru lebih singkat. Karena itu, pengalaman berpuasa dan merayakan Idul Fitri bisa terasa berbeda dari tahun ke tahun.
Jadi, kenapa tanggal Idul Fitri selalu maju berkaitan dengan penggunaan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan sehingga jumlah harinya lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi. Akibatnya, Lebaran terus bergeser lebih awal setiap tahun dan bahkan bisa terjadi pada musim yang berbeda.
Kenapa tanggal Idul Fitri selalu maju setiap tahun? | Karena Idul Fitri mengikuti kalender Hijriah yang jumlah harinya lebih sedikit daripada kalender Masehi, sehingga tanggalnya bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahun. |
Apakah tanggal Idul Fitri selalu sama di semua negara? | Tidak selalu. Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah dan lokasi pengamatan hilal bisa membuat tanggal Idulfitri berbeda sekitar satu hari di beberapa negara. |
Berapa lama siklus Idul Fitri kembali ke waktu yang hampir sama? | Sekitar 33 tahun. Setelah itu, tanggal Idul Fitri akan kembali mendekati waktu yang sama dalam kalender Masehi. |
Referensi
"Eid-ul-Fitr 2022: Know Why Eid's Date Changes Every Year on Gregorian Calendar". Hindustan Times. Diakses Maret 2026.
"When is Eid Al-Fitr?". Rose Calendars. Diakses Maret 2026.
"Eid: How is The Start of the Muslim Festival Determined?". BBC. Diakses Maret 2026.