Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Kupu-kupu Sering Mendekati Cahaya Lampu?
Kupu-kupu (pexels.com/Pixabay)
  • Kupu-kupu memiliki mata majemuk dengan ribuan ommatidium yang memungkinkan mereka melihat warna, gerakan, dan arah cahaya secara luas serta mendeteksi cahaya terpolarisasi.
  • Bintik mata pada sayap kupu-kupu berfungsi sebagai mekanisme pertahanan, meniru mata predator untuk menakuti musuh yang berpotensi menyerang.
  • Kupu-kupu malam tertarik pada cahaya lampu karena perilaku fototaktis positif, salah mengira cahaya buatan sebagai cahaya bulan yang biasa mereka gunakan sebagai penunjuk arah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tadi malam kupu-kupu terbang ke lampu yang nyala. Mereka suka cahaya karena pikir itu bulan di langit. Mata kupu-kupu bisa lihat banyak arah dan warna, bahkan cahaya biru yang mirip bunga. Jadi mereka datang dekat lampu karena salah kira itu tempat makan atau penunjuk jalan seperti bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penjelasan dalam artikel ini menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan visual kupu-kupu yang memiliki mata majemuk dengan ribuan ommatidium, memungkinkan mereka melihat dari berbagai arah sekaligus. Kepekaan mereka terhadap cahaya dan warna, termasuk sinar ultraviolet, menggambarkan keindahan adaptasi alam yang kompleks dan cerdas dalam membantu makhluk kecil ini berinteraksi dengan lingkungannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat malam hari, pernahkah kamu memperhatikan kupu-kupu yang tiba-tiba muncul dan hinggap di lampu? Di antara banyaknya sudut di sekitarnya, cahaya lampu justru terlihat paling menarik bagi mereka. Lalu, apa yang sebenarnya ada di balik cahaya yang menyilaukan itu sampai kupu-kupu menghabiskan waktunya berlama-lama di sana? Yuk, temukan jawabannya pada artikel di bawah ini!

Bagaimana indera penglihatan kupu-kupu?

ilustrasi kupu-kupu menghisap nektar (pexels.com/Jojo Tesini)

Kupu-kupu dewasa melihat melalui mata majemuk yang terdiri dari ribuan ommatidium, di mana setiap ommatidium terdiri dari beberapa sel seperti sel kornea, sel kristalin, sel rina, dan sel saraf. Setiap ommatidium bertugas mengumpulkan cahaya dan memproses informasi visual melalui lensa dan sistem sarafnya sendiri.

Mata majemuk inilah yang memberi kupu-kupu persepsi warna dan gerakan yang sangat baik dalam berbagai jarak. Di mana kupu-kupu dapat melihat ke atas, ke bawah, ke depan, ke belakang, dan ke samping secara bersamaan.

Kupu-kupu juga dapat merasakan cahaya terpolarisasi atau gelombang cahaya yang hanya bergerak ke satu arah dan kupu-kupu mampu merasakan arah tersebut.

Jika diperhatikan, beberapa jenis kupu-kupu memiliki bintik mata di bagian sayapnya. Bintik ini bukan sekadar hiasan, namun juga menyimpan peran yang penting. Dilansir National History Museum, bintik hitam tersebut berevolusi untuk mengintimidasi.

Diperkirakan bahwa bintik-bintik mata tersebut hanya meniru mata predator. Dalam hal ini, bintik tersebut bertindak sebagai pencegah bagi predator dan membuat penyerang berpikir bahwa mereka tiba-tiba menghadapi hewan yang lebih besar dan berpotensi berbahaya.

Kenapa kupu-kupu gemar mendekati cahaya lampu?

ilustrasi kupu-kupu (unsplash.com/Joshua)

Seringkali kita melihat kupu-kupu malam terbang mendekati cahaya lampu atau lampu mobil yang sedang menyala. Perilaku ini disebut fototaktis positif, artinya gerakan otomatis dari organisme yang menjauh atau mendekati cahaya.

Cahaya putih adalah sesuatu yang menarik bagi kupu-kupu malam. Hal ini karena mereka berevolusi mengikuti cahaya bulan yang terang pada malam hari. Saat cahaya bulan mengenai bagian reseptor matanya yang sangat sensitif, cahaya bulan berfungsi sebagai penunjuk arah bagi kupu-kupu.

Tidak hanya lampu berwarna putih. Kupu-kupu juga tertarik dengan lampu berwarna biru, di mana hanya cahaya biru yang memancarkan radiasi ultraviolet. Hal ini disebabkan mata kupu-kupu dapat mengidentifikasinya sebagai nektar pada bunga yang hanya dapat dilihat dalam cahaya UV. Artinya, mereka menganggap bahwa cahaya biru tersebut adalah sumber makanannya.

Sebagai penutup, kupu-kupu mendekati cahaya lampu karena mereka dianggap salah mengartikan bahwa cahaya tersebut sama seperti cahaya bulan. Di mana cahaya bulan berperan sebagai arah penunjuk bagi kupu-kupu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team