Hal menarik lainnya, Matahari sebenarnya terus kehilangan massa setiap detik saat menghasilkan energi. Dalam proses fusi nuklir, sebagian kecil massa hidrogen berubah menjadi energi sesuai konsep terkenal dari Mass–energy equivalence milik Albert Einstein.
Persamaan terkenalnya adalah:
E = mc^2
Artinya, massa bisa berubah menjadi energi. Setiap detik, Matahari mengubah jutaan ton materi menjadi cahaya dan panas. Meski terdengar sangat besar, jumlah massa Matahari juga luar biasa masif, jadi kehilangan tersebut hampir tidak berpengaruh dalam jangka pendek. Fenomena ini menunjukkan bahwa cahaya Matahari yang kita rasakan setiap hari sebenarnya berasal dari materi yang diubah menjadi energi di dalam inti Matahari.
Jadi, alasan Matahari bisa terus bersinar selama miliaran tahun adalah karena adanya fusi nuklir di intinya. Proses tersebut mengubah hidrogen menjadi helium sambil menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar. Dengan cadangan hidrogen yang melimpah dan penggunaan energi yang sangat lambat, Matahari tetap menjadi sumber cahaya utama bagi Bumi hingga miliaran tahun ke depan.
Referensi
Arizona State University. Diakses pada Mei 2026. Will The Sun Ever Stop Shining?
NASA Space Place. Diakses pada Mei 2026. How Old Is the Sun?
National Geographic. Diakses pada Mei 2026. The Sun, Explained
The Conversation. Diakses pada Mei 2026. The Sun Won’t Die for 5 Billion Years, So Why do Humans Have Only 1 Billion Years Left On Earth?
Universe Today. Diakses pada Mei 2026. Life Might Thrive on the Surface of Earth for an Extra Billion Years