Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tanaman hias
ilustrasi tanaman (unsplash.com/erikaosberg)

Intinya sih...

  • Klorofil adalah pigmen penting di balik warna hijau tanaman

  • Klorofil paling efektif menyerap cahaya biru dan merah, sementara cahaya hijau lebih banyak dipantulkan

  • Tanaman berevolusi menjadi hijau karena cara paling aman dan efisien untuk memanfaatkan cahaya matahari

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Coba perhatikan sekelilingmu sebentar. Hampir semua tanaman yang kamu lihat berwarna hijau, entah itu rumput di pinggir jalan, daun cabai di kebun, atau pohon rindang di taman. Padahal, cahaya matahari terdiri dari banyak warna. Jadi, kenapa tanaman justru identik dengan hijau? Apakah ini hanyalah kebetulan, atau ada alasan ilmiah yang bikin warna ini jadi “pemenang” sejak miliaran tahun lalu?

Jawabannya ternyata berkaitan erat dengan cara tanaman bertahan hidup, berevolusi, dan memanfaatkan energi matahari selama miliaran tahun. Yuk, kita bahas alasan ilmiah kenapa kebanyakan tanaman berwarna hijau.

1. Klorofil, pigmen penting di balik warna hijau

Alasan utama tanaman tampak hijau adalah keberadaan klorofil. Klorofil adalah pigmen yang terdapat di dalam kloroplas, yaitu bagian sel tumbuhan yang berfungsi sebagai “pabrik energi”. Tanpa klorofil, tanaman tidak bisa melakukan fotosintesis.

Fotosintesis adalah proses saat tanaman mengubah cahaya matahari, air, dan karbon dioksida menjadi gula sebagai sumber energi, sekaligus menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap hari. Nah, klorofil inilah yang bertugas menangkap energi cahaya tersebut. Uniknya, klorofil tidak menyerap semua warna cahaya matahari.

2. Kenapa justru warna hijau yang dipantulkan

Cahaya matahari terdiri atas berbagai warna, mulai dari ungu, biru, hijau, kuning, hingga merah. Klorofil paling efektif menyerap cahaya biru dan merah karena kedua warna ini punya energi yang ideal untuk menggerakkan reaksi fotosintesis.

Sementara itu, cahaya hijau justru lebih banyak dipantulkan. Karena cahaya hijau tidak diserap, warna inilah yang akhirnya tertangkap oleh mata manusia. Itulah sebabnya daun terlihat hijau, bukan merah atau biru.

Secara teknis, klorofil jenis a dan b menyerap cahaya dengan panjang gelombang sekitar 430 nanometer (biru) dan 660 nanometer (merah). Rentang cahaya hijau-kuning di tengah spektrum relatif diabaikan.

3. Alasan evolusi

ilustrasi tanaman (pexels.com/Huy Phan)

Ada teori menarik soal kenapa tanaman berevolusi menjadi hijau. Salah satunya berkaitan dengan perlindungan diri. Tanaman berevolusi menjadi hijau karena itu adalah cara paling aman dan efisien untuk memanfaatkan cahaya matahari. Cahaya hijau jumlahnya cukup banyak dan intens di bawah sinar matahari. Jika semua cahaya ini diserap, energi yang masuk bisa terlalu besar dan justru merusak sistem fotosintesis di dalam sel tanaman. Karena itu, tanaman memilih menyerap cahaya merah dan biru yang paling efektif untuk fotosintesis, sementara cahaya hijau dipantulkan.

Dengan memantulkan sebagian cahaya hijau, tanaman mendapatkan energi yang cukup tanpa mengalami kelebihan energi yang berbahaya. Strategi ini terbukti sangat sukses dalam jangka panjang. Selama miliaran tahun, sistem fotosintesis berbasis klorofil mampu bertahan dan mengalahkan organisme lain dengan pigmen berbeda, hingga akhirnya tanaman hijau mendominasi Bumi dan berperan besar dalam menghasilkan oksigen serta membentuk atmosfer seperti yang kita kenal sekarang.

4. Kenapa daun bisa berubah warna

Meski identik dengan hijau, tidak semua tanaman selalu mempertahankan warna ini. Saat musim gugur, misalnya, daun berubah menjadi kuning, oranye, atau merah. Ini terjadi karena klorofil terurai sehingga pigmen lain seperti karotenoid dan antosianin mulai terlihat.

Pigmen-pigmen ini sebenarnya sudah ada sejak awal, tapi tertutup oleh klorofil. Selain memberi warna, pigmen lain juga berfungsi melindungi daun dari sinar UV, stres lingkungan, hingga serangan hama. Beberapa tanaman seperti tanaman hias berwarna ungu atau kemerahan sengaja memproduksi antosianin dalam jumlah besar sebagai bentuk adaptasi terhadap cahaya berlebih atau kondisi ekstrem.

5. Dampaknya bagi kehidupan sehari-hari

Dominasi warna hijau pada tanaman punya dampak besar bagi ekosistem. Banyak hewan herbivora beradaptasi dengan warna ini untuk kamuflase. Di dunia pertanian, kadar klorofil sering dijadikan indikator kesehatan tanaman dan kesuburan tanah.

Bahkan dalam dunia astronomi, ilmuwan menggunakan warna hijau sebagai salah satu petunjuk awal dalam mencari tanda kehidupan di planet lain. Meski begitu, di planet dengan jenis bintang berbeda, bukan tidak mungkin tumbuhan berevolusi dengan warna selain hijau.

Singkatnya, tanaman berwarna hijau bukan karena kebetulan, tapi hasil seleksi alam yang sangat panjang. Warna hijau adalah bukti betapa cerdasnya alam dalam mencari keseimbangan antara kebutuhan energi dan perlindungan diri. Setiap kali kamu melihat daun hijau, sebenarnya kamu sedang melihat mesin biologis yang bekerja tanpa henti, menjaga kehidupan di Bumi tetap berjalan.

Referensi

Ask Dr. Universe. Diakses pada Januari 2025. Dear Dr. Universe: Why are plants green? – Nadia, 8, Australia
Britannica. Diakses pada Januari 2025. Why Are Plants Green?
John Innes Centre. Diakses pada Januari 2025. Why are Plants Green?
World Atlas. Diakses pada Januari 2025. Why Are Plants Green?

Editorial Team