ilustrasi Imlek (pexels.com/Matthew Jesús)
Kalender lunar China diyakini diperkenalkan oleh Kaisar Kuning (Huangdi) sekitar 2637 SM. Seiring waktu, para astronom China menyempurnakan sistem ini dengan mengamati pergerakan matahari, bulan, dan lima planet yang terlihat dengan teliti.
Pada masa Dinasti Han (206 SM—220 M), kerangka lunisolar ini sudah matang, menggabungkan 24 istilah musim, seperti Lichun (awal musim semi) dan Dongzhi (solstis musim dingin) yang membantu mengatur kegiatan pertanian. Istilah-istilah ini jaraknya sekitar 15 hari dan menempatkan kalender lunar selaras dengan orbit Bumi sehingga Tahun Baru Imlek selalu jatuh mendekati Lichun, menandai awal musim semi secara simbolis.
Keharmonisan antara kalender lunar dan ritme alam ini menjelaskan mengapa perayaan Imlek modern masih mencerminkan kosmologi kuno. Pergeseran tanggal Imlek bukan kebetulan, melainkan hasil dari usaha menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia, pergerakan benda langit, dan pergantian musim. Konsep ini sejalan dengan filosofi Daoisme dan Konfusianisme yang menekankan pentingnya hidup selaras dengan alam dan kosmos.