Kucing sering dianggap hewan yang ekspresinya sulit ditebak, padahal tubuhnya terus memberi sinyal yang jelas bila diamati dengan cara yang tepat. Masalahnya, banyak orang membaca bahasa tubuh kucing memakai kacamata manusia, sehingga maknanya bergeser jauh dari maksud aslinya. Bahasa tubuh kucing berkaitan langsung dengan kerja saraf, refleks otot, dan fungsi sensorik yang berkembang selama ribuan tahun evolusi.
Ketika sinyal itu disalahartikan, respons manusia justru bisa memicu stres atau reaksi defensif pada kucing. Karena itu, memahami kesalahan umum dalam membaca bahasa tubuh kucing penting agar interaksi berjalan lebih aman dan selaras. Berikut penjelasan yang perlu diperhatikan sebelum menarik kesimpulan dari gerak tubuh kucing.
