Fenomena langit yang muncul pada 10 hari terakhir Ramadan kerap menjadi sorotan karena berpotensi bertepatan dengan malam Lailatulqadar. Sarat akan makna spiritual, kemunculan fenomena langit pada waktu tersebut sering dikaitkan dengan suasana sakral di penghujung bulan suci. Salah satu fenomena yang diperkirakan terjadi pada periode ini yaitu perihelion komet 88P/Howell.
Saat mencapai fase perihelion, komet 88P/Howell akan berada pada titik terdekatnya dengan Matahari sehingga cahayanya berpotensi terlihat dari Bumi. Hal ini terjadi karena komet menjadi lebih aktif ketika mendekati Matahari, sehingga gas dan debu di sekitarnya memantulkan lebih banyak cahaya. Lalu, apakah fenomena tersebut bisa diamati dengan mata telanjang? Yuk, simak fakta-faktanya berikut ini!
