Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta Komet 88P/Howell, Muncul di 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
ilustrasi komet 88P/Howell (unsplash.com/Justin Wolff)
  • Komet 88P/Howell adalah komet periodik yang ditemukan pada 1981 oleh Ellen Howell dan mengorbit Matahari setiap sekitar 5,5 tahun.
  • Fenomena perihelion komet ini diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan akhir Ramadan, dan dapat diamati menjelang fajar di langit timur Indonesia.
  • Kecerahan komet tergolong redup sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang; pengamatan memerlukan teleskop atau binokular berukuran sedang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena langit yang muncul pada 10 hari terakhir Ramadan kerap menjadi sorotan karena berpotensi bertepatan dengan malam Lailatulqadar. Sarat akan makna spiritual, kemunculan fenomena langit pada waktu tersebut sering dikaitkan dengan suasana sakral di penghujung bulan suci. Salah satu fenomena yang diperkirakan terjadi pada periode ini yaitu perihelion komet 88P/Howell.

Saat mencapai fase perihelion, komet 88P/Howell akan berada pada titik terdekatnya dengan Matahari sehingga cahayanya berpotensi terlihat dari Bumi. Hal ini terjadi karena komet menjadi lebih aktif ketika mendekati Matahari, sehingga gas dan debu di sekitarnya memantulkan lebih banyak cahaya. Lalu, apakah fenomena tersebut bisa diamati dengan mata telanjang? Yuk, simak fakta-faktanya berikut ini!

1. Asal usul komet 88P/Howell

ilustrasi komet 88P/Howell (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope)

Komet yang dikenal sebagai 88P/Howell merupakan salah satu komet periodik yang mengelilingi Matahari secara berulang. Dilansir Comet Watch, komet ini pertama kali ditemukan pada 29 Agustus 1981 oleh astronom Amerika bernama Ellen Howell saat melakukan pengamatan di Observatorium Palomar, California. Saat ditemukan, komet tersebut terlihat cukup redup dan tampak menyebar tanpa ekor yang jelas di langit malam.

Setelah dianalisis lebih lanjut, para astronom menemukan bahwa komet ini bergerak dalam orbit elips dan membutuhkan sekitar 5,5 tahun untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari. Karena periode orbitnya relatif pendek, komet ini termasuk dalam kategori short-period comet yang dapat muncul kembali secara berkala. Itulah sebabnya komet Howell dapat kembali terlihat dari Bumi pada beberapa tahun tertentu ketika posisinya mendekati Matahari dan menjadi sedikit lebih terang.

2. Muncul pada 18 Maret 2026

ilustrasi komet 88P/Howell (unsplash.com/Steve Busch)

Komet 88P/Howell diperkirakan mencapai fase perihelion atau titik terdekatnya dengan Matahari pada 18 Maret 2026. Mengutip dari In-The-Sky, pada saat itu komet berada di rasi Capricorn dengan tingkat kecerahan sekitar magnitudo 9,3. Fenomena ini bisa diamati pada pagi hari menjelang Matahari terbit atau di waktu sahur, saat komet muncul rendah di cakrawala timur.

Di wilayah Indonesia, komet diperkirakan mulai terbit sekitar pukul 03.29 WIB dan dapat diamati sebelum cahaya fajar muncul sekitar 05.05 WIB. Waktu tersebut berdekatan dengan aktivitas sahur bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Menariknya, tanggal 18 Maret 2026 juga diperkirakan bertepatan dengan sekitar 28 Ramadan 1447 Hijriah, yaitu pada periode akhir bulan Ramadan 2026.

3. Tidak bisa diamati dengan mata telanjang

ilustrasi komet 88P/Howell (unsplash.com/Jasper Garratt)

Sayangnya, meski menarik untuk diamati, komet 88P/Howell tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ini karena cahaya yang dipantulkan komet tersebut tergolong cukup redup. Untuk mengamatinya, kamu membutuhkan alat bantu seperti teleskop atau binokular dengan bukaan sedang.

Selain itu, posisi komet yang relatif rendah di langit juga membuat pengamatannya menjadi lebih menantang. Meski demikian, fenomena ini sepenuhnya aman karena komet 88P/Howell berada sangat jauh dari Bumi saat mencapai fase perihelion. Dengan kata lain, komet tersebut tidak menimbulkan bahaya apa pun bagi Bumi dan hanya menjadi objek pengamatan astronomi.

Sejatinya, komet adalah batuan luar angkasa yang terbentuk dari es, debu, dan gas. Jumlahnya di luar angkasa sangat banyak atau bahkan tak terhitung. Oleh sebab itu, kamu termasuk orang yang beruntung jika berhasil mengamati benda luar angkasa ini. So, tertarik untuk berburu komet 88P/Howell?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team