Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyebab Kota Cherrapunji India Jadi Tempat Terbasah di Bumi
Cherrapunji (commons.wikimedia.org/Sumanjit100)
  • Letak Cherrapunji di tepi selatan Pegunungan Khasi membuat angin monsun dari Teluk Benggala langsung menghantam dan menghasilkan hujan ekstrem melalui proses orographic lift.
  • Teluk Benggala yang hangat terus menyuplai uap air lembap tanpa hambatan besar, menjadikan Cherrapunji menerima curah hujan jauh lebih tinggi dibanding kota lain di jalur monsun.
  • Lembah Bangladesh di bawah Cherrapunji berfungsi seperti corong udara lembap, diperkuat oleh hutan lebat yang menjaga siklus hujan aktif sepanjang tahun hingga mencetak rekor dunia curah hujan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cherrapunji bukan nama yang asing di dunia geografi. Kota kecil di negara bagian Meghalaya, India ini sudah lama memegang rekor sebagai salah satu tempat dengan curah hujan tertinggi di Bumi, bahkan pernah mencatat rekor dunia hujan terbanyak dalam setahun penuh.

Bukan kebetulan dan bukan sekadar nasib geografis, ada kombinasi faktor ilmiah yang bekerja bersamaan di balik fenomena ini. Berikut penjelasan mengenai kota Cherrapunji India jadi tempat terbasah di Bumi.

1. Posisi geografis Cherrapunji membuat angin monsun langsung menghantamnya

Cherrapunji (commons.wikimedia.org/Mantragayatri)

Cherrapunji terletak di tepi selatan Pegunungan Khasi pada ketinggian sekitar 1,3 ribu meter di atas permukaan laut. Posisi ini menempatkannya tepat di jalur angin monsun barat daya yang datang dari Teluk Benggala setiap tahunnya. Angin itu membawa massa udara lembap dalam jumlah sangat besar sebelum akhirnya membentur dinding pegunungan di sana.

Ketika udara lembap itu naik dan menabrak tebing pegunungan, suhunya turun drastis dan uap air langsung terkondensasi menjadi hujan lebat. Proses ini disebut orographic lift dan Cherrapunji berada di titik yang hampir sempurna untuk menerimanya secara maksimal setiap musim monsun datang. Tidak banyak kota di dunia yang punya kombinasi ketinggian dan posisi seperti ini terhadap jalur monsun.

2. Teluk Benggala menyuplai uap air tanpa henti ke arah Cherrapunji

Teluk Benggala (commons.wikimedia.org/Riaz)

Teluk Benggala adalah salah satu perairan terhangat di dunia, dan suhunya yang tinggi mempercepat proses evaporasi secara signifikan. Uap air dalam jumlah masif terangkat ke atmosfer lalu terbawa angin monsun menuju daratan India bagian timur laut. Cherrapunji berada persis di ujung koridor alami tempat massa udara basah itu bergerak.

Karena tidak ada penghalang besar antara pantai Teluk Benggala dan Pegunungan Khasi, angin bergerak langsung tanpa banyak kehilangan kandungan airnya di tengah jalan. Kelembapan yang terbawa pun tiba dalam kondisi penuh dan langsung terpaksa naik saat menabrak lereng pegunungan. Inilah yang membedakan Cherrapunji dari kota-kota lain di India yang juga dilewati monsun, tetapi tidak menerima hujan sebanyak itu.

3. Bentuk lembah di Bawah Cherrapunji memperparah intensitas hujannya

Cherrapunji (commons.wikimedia.org/JANENDER SINGH)

Di bawah Cherrapunji terbentang Lembah Bangladesh yang datar dan luas, dan bentuk topografi ini berfungsi seperti corong raksasa yang mengarahkan aliran udara lembap langsung ke arah tebing pegunungan. Udara yang masuk semakin terkompresi saat mendekati lereng sehingga dorongan ke atas menjadi makin kuat. Proses kompresi ini secara langsung meningkatkan volume air yang akhirnya jatuh sebagai hujan.

Efek corong ini membuat intensitas hujan di Cherrapunji jauh melampaui kawasan sekitarnya yang secara teknis berada di jalur monsun yang sama. Kota-kota tetangganya pun basah, tapi tidak ada yang menandingi volume air yang turun di titik ini. Kombinasi lembah datar dan tebing terjal di atasnya menciptakan mekanisme alami yang nyaris sempurna untuk mengumpulkan hujan.

4. Musim monsun di Cherrapunji berlangsung lebih panjang dari wilayah lain

Cherrapunji (commons.wikimedia.org/JakilDedhia)

Di sebagian besar India, musim monsun berlangsung sekitar empat bulan antara Juni dan September. Di Cherrapunji, curah hujan tinggi bisa bertahan jauh lebih lama karena kondisi atmosfer lokal yang terus mendukung pembentukan awan hujan. Bahkan di luar musim monsun resmi, wilayah ini masih sering diguyur hujan dengan intensitas yang tidak wajar dibandingkan dengan daerah lain.

Pada 1861, Cherrapunji mencatat curah hujan tahunan sebesar 22.987 milimeter, sebuah angka yang masih menjadi rekor dunia hingga sekarang. Total hujan dalam satu bulan di puncak musimnya saja bisa melampaui curah hujan tahunan kota-kota besar di Eropa. Angka-angka ini bukan anomali sesaat, melainkan cerminan dari kondisi iklim yang memang dirancang alam untuk ekstrem di titik ini.

5. Hutan lebat di sekitarnya ikut menjaga siklus hujan tetap aktif

Cherrapunji (commons.wikimedia.org/Indrani911basu)

Vegetasi lebat yang menyelimuti Pegunungan Khasi melepaskan uap air ke udara melalui proses transpirasi, yang kemudian berkontribusi pada pembentukan awan dan hujan lokal secara terus-menerus. Hutan hujan tropis di kawasan ini bukan sekadar penerima hujan, tetapi juga penghasil kelembapan yang memperparah intensitas curah hujan yang sudah tinggi karena faktor geografis. Siklus ini berjalan mandiri dan saling memperkuat tanpa henti sepanjang tahun.

Penelitian menunjukkan bahwa deforestasi di kawasan sekitar Meghalaya secara bertahap mulai mengubah pola curah hujan lokalnya. Ini membuktikan bahwa kehutanan dan iklim mikro di Cherrapunji bukan dua hal yang berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu sistem yang sangat bergantung satu sama lain. Ketika pohon-pohon ditebang, bukan hanya lanskap yang berubah, tetapi juga seberapa lebat hujan yang akan turun di masa depan.

Kota Cherrapunji India jadi tempat terbasah di Bumi adalah bukti bahwa alam bekerja dengan presisi yang luar biasa. Letak geografis hingga vegetasi lokal semuanya bertemu di satu titik dan menciptakan kondisi yang hampir mustahil direplikasi di tempat lain. Kota ini bukan hanya memecah rekor di peta, tapi juga pelajaran tentang betapa kompleksnya sistem iklim Bumi yang sering kita anggap sederhana.

Referensi

"Record Rainfall: Cherrapunji, India" Extreme Science. Diakses pada April 2026

"Rain, Rain, Come Again: Cherrapunji, the Rainiest Spot on Earth" RCC Perspective. Diakses pada April 2026

"Cherrapunjee / Sohra". Cherapunjee. Diakses pada April 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team