potret Kota Alexandria (pexels.com/Rewan Ahmed)
Alexandria merupakan kota pesisir di Mesir yang menghadapi risiko besar akibat kenaikan permukaan laut dan perubahan iklim. Menurut laporan panel iklim dunia, wilayah Delta Nil termasuk Alexandria berisiko mengalami banjir besar jika permukaan laut terus meningkat. Bahkan, dalam beberapa dekade terakhir, air laut telah semakin masuk ke daratan, sementara banjir mulai merusak bangunan dan memaksa sebagian warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Selain itu, Alexandria juga mengalami penurunan tanah secara perlahan akibat berkurangnya endapan alami dari Sungai Nil serta aktivitas manusia seperti eksplorasi gas lepas pantai. Kondisi ini diperparah oleh kenaikan suhu dan cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi. Jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan dan permukiman, tetapi juga perekonomian, mengingat Alexandria merupakan salah satu pusat pelabuhan utama di Mesir.
Ancaman tenggelamnya kota-kota tersebut menunjukkan bahwa dampak pemanasan global dan aktivitas manusia sudah semakin nyata di berbagai belahan dunia. Namun, kelima kota ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari banyak wilayah lain yang juga menghadapi risiko serupa. Karena itu, upaya pencegahan dan kesadaran bersama menjadi penting agar dampak yang lebih besar di masa depan dapat diminimalkan.
Referensi
“Jakarta, the fastest-sinking city in the world”. BBC News. Diakses pada Maret 2026.
“Is Venice Sinking? [Updated January 2026]”. Rustic Pathways. Diakses pada Maret 2026.
“Resilient and Regenerative Cities: A Case Study of Bangkok”. Centre for Liveable Cities Knowledge Hub. Diakses pada Maret 2026.
“Parts of New Orleans Are Sinking”. Eos (Earth & Space Science News). Diakses pada Maret 2026.
“Egypt: Alexandria Expected to Sink by 2100”. Africanews. Diakses pada Maret 2026.
“These 11 Sinking Cities Could Disappear by 2100”. World Economic Forum. Diakses pada Maret 2026.