Setelah jatuhnya Perancis, Hitler mengarapkan penyelesaian yang damai antara Inggris dan Jerman. Namun Inggris menolak ajakan Hitler dan masih ingin berjuang. Untuk mengakhiri perang, Hitler merencanakan invasi ke Inggris, dengan nama sandi Operasi Sealion.
Agar operasi ini berhasil, Jerman harus terlebih dahulu mengamankan langit di atas Kerajaan Inggris yang dilindungi oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF).
Jerman memang dilarang memiliki angkatan udara setelah Perang Dunia Pertama, tetapi pemerintah Nazi berhasil membangunnya kembali dan menjadikannya salah satu angkatan udara paling tangguh di dunia saat itu.
Di sisi lain, RAF bertempur melawan Jerman dengan Hawker Hurricane dan Supermarine Spitfire, dua pesawat tempur terbaik di dunia.
Tidak dapat memperoleh kemajuan saat melawan RAF, Jerman mengalihkan fokus mereka ke London. Hal ini menjadi kesalahan fatal untuk Jerman. Meskipun London berhasil diluluhlantakan, serangan ini memberi waktu bagi pertahanan Inggris untuk pulih.
Pada 15 September 1940, Inggris menyerang balik Jerman. Karenanya, Hitler menunda Operasi Sealion sampai waktu yang belum diketahui. Kemenangan ini menjadi salah satu momen yang paling penting bagi Inggris, dan bukti bahwa kekuatan udara mereka sanggup memenangkan sebuah pertempuran besar.