Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit
ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit (pexels.com/Ivo Mukkulainen)

Intinya sih...

  • Ruang sempit memberi kondisi fisik yang berbeda bagi kucing, membuat kerja sistem sensorik lebih efisien.

  • Struktur tubuh kucing cocok dengan ruang terbatas, memungkinkan kucing menjaga postur tubuh tanpa usaha besar.

  • Ruang sempit membantu pengelolaan suhu tubuh kucing dan memberi posisi pengamatan yang menguntungkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing sering terlihat memilih kardus, celah lemari, atau bahkan sudut sempit. Rasanya jarang melihat kucing menyendiri ruang luas yang terbuka, dan hal ini bukan kebiasaan random.

Ruang sempit memberi kondisi fisik yang berbeda, mulai dari aliran udara, distribusi panas, hingga posisi tubuh yang lebih terkendali. Kalau kamu punya kucing, jangan panik dan takut jika mereka memilih di tempat yang sempit dan tertutup. Berikut ini alasan kucing lebih tenang di ruangan sempit dan tertutup.

1. Membatasi arah datangnya rangsangan fisik

ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit (pexels.com/Tahir Xəlfəquliyev)

Ruang terbuka menghadirkan banyak sumber rangsangan fisik seperti cahaya menyebar, aliran udara yang berubah, serta getaran dari berbagai arah, sedangkan ruang sempit menyederhanakan semua itu. Ketika arah datangnya rangsangan berkurang, tubuh kucing menerima sinyal yang lebih konsisten dan mudah diprediksi. Kondisi ini membuat kerja sistem sensorik menjadi lebih efisien karena tidak perlu memproses terlalu banyak perubahan sekaligus.

Selain itu, permukaan di ruang sempit biasanya dekat dengan tubuh sehingga getaran kecil cepat teredam oleh material sekitarnya. Kardus atau ruang tertutup lain juga menyerap suara dengan cara sederhana, sehingga pantulan bunyi tidak menyebar luas. Kombinasi rangsangan yang lebih sedikit dan terarah menciptakan kondisi fisik yang mendukung ketenangan.

2. Bentuk tubuh kucing cocok dengan ruang terbatas

ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit (pexels.com/Valeria Boltneva)

Struktur rangka kucing memungkinkan tubuhnya melipat dengan rapat tanpa tekanan berlebih pada sendi. Tulang selangka yang tidak terhubung langsung ke rangka utama memberi fleksibilitas tinggi saat masuk ke celah sempit. Saat tubuh terlipat rapi, pusat massa menjadi lebih stabil sehingga energi untuk mempertahankan posisi jauh lebih kecil.

Ruang sempit juga membantu kucing menjaga postur tubuh tanpa harus terus menyesuaikan keseimbangan. Dinding di sekeliling tubuh berfungsi seperti penopang pasif yang menahan gerakan kecil. Akibatnya, tubuh bisa berada dalam keadaan diam lebih lama dengan usaha minimal.

3. Membantu pengelolaan suhu tubuh

ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit (pexels.com/Chris F)

Kucing memiliki kecenderungan mempertahankan suhu tubuh dengan efisiensi tinggi. Ruang sempit menahan panas tubuh agar tidak cepat hilang ke lingkungan sekitar. Volume udara yang kecil membuat panas lebih cepat terkumpul dibandingkan ruang besar yang terbuka.

Selain itu, bahan seperti kardus atau kain memiliki sifat isolasi sederhana yang memperlambat perpindahan panas. Dengan suhu yang relatif stabil, tubuh kucing tidak perlu sering menyesuaikan diri. Kondisi ini membuat kucing tampak lebih tenang karena kebutuhan fisiknya terpenuhi tanpa banyak usaha.

4. Memberi posisi pengamatan yang menguntungkan

ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit (pexels.com/Aleksandr Nadyojin)

Di ruang sempit, kucing dapat mengatur posisi tubuh sehingga satu sisi terlindungi sementara sisi lain menghadap keluar. Posisi ini memungkinkan pengamatan lingkungan dengan sudut pandang terbatas namun fokus. Mata dan telinga bekerja lebih efektif karena sumber rangsangan datang dari arah yang jelas.

Keuntungan lainnya muncul dari jarak pandang yang terkontrol. Dengan bidang pandang yang tidak terlalu luas, perubahan kecil di lingkungan lebih mudah terdeteksi. Kondisi ini memberi rasa aman karena tubuh tidak perlu terus berputar mengikuti banyak arah.

5. Mengurangi kebutuhan gerak berlebih

ilustrasi kucing yang berada di ruang sempit (pexels.com/Pranavsinh suratia)

Ruang yang luas mendorong tubuh untuk sering berpindah posisi demi menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebaliknya, ruang sempit membatasi pilihan gerak sehingga tubuh cenderung diam. Pembatasan ini justru menguntungkan karena energi tidak terbuang untuk gerakan yang tidak perlu.

Ketika kebutuhan gerak menurun, ritme tubuh menjadi lebih lambat dan teratur. Otot tidak terus-menerus tegang, lalu napas pun menjadi lebih stabil. Dalam kondisi seperti ini, ketenangan yang dibutuhkan kucing akan muncul.

Kucing lebih tenang di ruangan sempit dan tertutup bukan karena kebiasaan aneh, melainkan disebabkan kondisi fisik di dalamnya mendukung tubuh bekerja lebih efisien. Dari bentuk tubuh hingga suhu dan gerak, semuanya saling berkaitan. Setelah memahami penjelasan ini, semoga kamu bisa memahami sifat serta kebiasaan kucing.

Referensi:

"Why Cats Love Small Spaces" Cat Box Classics. Diakses pada Januari 2026

"Why Cats Hide in Small Spaces: Behavioural Reasons and Training to Build Confidence" Pet Care. Diakses pada Januari 2026

"Why Do Cats Like Boxes?" Britannica. Diakses pada Januari 2026

"Why Your Cat Likes to Hide in Small Dark Spaces" Hill's. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team