Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Kucing Tak Mau Mengejar Tikus, Insting Liarnya Hilang?
kucing (unsplash.com/Manja Vitolic)

  • Kucing merupakan hewan domestik yang sudah terbiasa dengan manusia

  • Kucing tidak merasa lapar dan menghindari tikus yang sakit

  • Insting liarnya mulai menghilang karena proses domestikasi dan perubahan kebiasaan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai hewan yang sangat dekat dengan manusia, eksistensi kucing dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Ada banyak kesempatan, bahkan kucing dianggap sebagai pembasmi hama, khususnya tikus. Namun, semakin ke sini kucing enggan mengejar tikus. Jika melihat tikus, kucing akan membiarkannya, tidak menunjukkan ketertarikan, bahkan beberapa kucing akan merasa takut.

Ada beberapa alasan kenapa kucing tak mau mengejar tikus, seperti tidak lapar, sudah terbiasa dengan manusia, dan insting liarnya yang mulai menghilang. Apakah semua alasan tersebut merupakan pertanda baik? Selain itu, bagaimana cara manusia untuk menanggapinya? Temukan jawabannya lewat pembahasan berikut.

1. Kucing merupakan hewan domestik

kucing (unsplash.com/Michael Sum)

Dilansir International Cat Care, kucing merupakan hewan domestik yang artinya ia bukan spesies liar. Domestikasi kucing sudah dimulai sejak 10.000 tahun yang lalu di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Lebih tepatnya, nenek moyang kucing yang kita kenal sekarang adalah Felis lybica (kucing liar Afrika) yang juga masih hidup dan berkeliaran bebas di savana.

Sebagai hewan domestik, kucing memiliki perbedaan yang mencolok dengan nenek moyang liarnya. Bukan hanya tak mau mengejar tikus, tetapi mamalia tersebut juga tak suka memburu hewan liar. Hal tersebut khususnya nampak pada kucing rumah atau peliharaan. Pasalnya, domestikasi mampu mengubah morfologi, sifat, dan kebiasaan kucing.

2. Kucing sudah terbiasa dengan manusia

kucing (unsplash.com/Erik-Jan Leusink)

Proses domestikasi membuat kucing terbiasa dengan manusia. Ia tak akan berburu tikus, melainkan lebih memilih untuk menunggu diberi makan. Saat ada manusia, bahkan kucing akan mengeong dan meminta makanan. Dilansir Cats.com, biasanya kucing akan meminta makan kepada manusia saat sedang lapar, makanannya dicuri, atau saat sedang sakit. Selain itu, kucing juga mengembangkan kemampuan untuk memikat manusia, seperti mengeong dengan lembut hingga menyentuh manusia dengan halus. Kebiasaan tersebut menunjukkan perbedaan yang kontras dari hewan liar.

3. Insting liarnya mulai menghilang

kucing (unsplash.com/Kabo)

Sejatinya, insting liar pada kucing sudah berkurang atau menghilang sepenuhnya. Hal tersebut disebabkan oleh domestikasi, kedekatannya dengan manusia, dan perubahan kebiasaan. Hal tersebut membuat salah satu insting liarnya, yaitu berburu tikus, ikut lenyap. Namun, laman Pet Assure menjelaskan kalau kucing masih memiliki beberapa insting liar yang terlihat, seperti mencakar barang untuk memotong kuku, tidur di ruang sempit, aktif pada malam hari, dan bermain seakan-akan sedang berburu.

4. Kucing tidak merasa tidak lapar

kucing (unsplash.com/Kristina Yadykina)

Seperti hewan lain, kucing hanya akan berburu saat sedang lapar. Jika tidak lapar, maka kucing cenderung bersantai atau sekadar bermain. Dilansir Gunter Pets & Lawn, kucing juga tak akan mengejar tikus jika ia sudah kenyang, nutrisinya terpenuhi, dan dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Jadi, jika kucing kamu sering mengejar tiku,s bisa saja ia kurang terawat, khususnya soal makanan. Menariknya, terkadang ada kucing yang tetap mengejar tikus walau tidak lapar. Jika hal tersebut terjadi, maka tikus yang ditangkap hanya dijadikan mainan dan tidak dimakan.

5. Kucing menghindari tikus yang sakit

kucing (unsplash.com/Borna Bevanda)

Kucing cenderung memburu tikus berdasarkan gerakan, kebiasaan, dan baunya. Jika menemukan tikus yang lemas atau berbau aneh, maka bisa dipastikan kalau kucing tak akan mengejarnya. Sebab kucing tahu kalau tikus tersebut sedang sakit. Tikus sakit bisa menularkan penyakit ke kucing, entah itu karena virus, bakteri, atau cacing. Hal tersebut bisa memicu banyak komplikasi, bahkan kucing bisa meregang nyawa jika tak sengaja memakan tikus yang sedang sakit.

Ada banyak alasan kenapa kucing tak mau mengejar tikus. Namun, ada satu hal yang perlu digarisbawahi, yaitu kucing peliharaan bukanlah mesin pembasmi tikus. Justru, sebaiknya kamu harus menjauhkan kucing dari tikus. Kamu harus merawat dan menjaga kucing agar ia tak tertarik dengan tikus. Pasalnya, perburuan tikus yang dilakukan kucing bisa menimbulkan efek negatif bagi kucing itu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team