1. “Music is a higher revelation than all wisdom and philosophy.”
Musik adalah wahyu yang lebih tinggi daripada semua kebijaksanaan dan filsafat.
Sejarah dunia mencatat bahwa Beethoven pernah mengungkapkan sebuah kalimat mengenai pandangannya terhadap musik. Bagi Beethoven, musik adalah wahyu yang lebih tinggi dibandingkan dengan petuah-petuah dan filosofi yang ada. Sungguh, membutuhkan perasaan daripada sekadar berpikir untuk dapat menikmati keindahan musik. Bagaimana pendapatmu?
2. “Anyone who tells a lie has not a pure heart and cannot make good soup.”
Siapa pun yang berbohong tidak memiliki hati yang murni dan tidak bisa membuat sup yang baik.
Beethoven memiliki kepekaan yang lebih tinggi dibandingkan orang-orang pada umumnya. Ia mampu menangkap ketulusan dan kejujuran orang-orang di sekelilingnya. Hasrat untuk membangun keluarga yang ideal dan bebas dari masa lalu yang penuh kekerasan membuatnya mampu memahami hal-hal sepele. Kejujuran baginya sangat bernilai, hingga ia memberikan makna dengan semangkuk sup. Tentu saja, sup yang tersaji di meja akan berbeda rasanya jika dibuat dengan penuh kepura-puraan.
3. “Love demands all and has a right to all.”
Cinta menuntut segalanya, dan berhak atas segalanya.
Kisah cinta Beethoven yang seringkali kandas membuatnya memaknai setiap relasi yang dimilikinya dengan cara yang berbeda. Status atau gelar kebangsawanan menjadi sandungan bagi Beethoven untuk membangun hubungan percintaannya. Baginya, tidak sulit masuk ke dalam lingkaran kaum aristokrat. Tetapi, menjadi seperti mereka adalah hal yang berbeda. Sebagai guru musik tanpa gelar kebangsawanan, sudah tentu Beethoven bukan pilihan yang tepat bagi para perempuan bangsawan. Namun demi cinta, Beethoven meyakini semuanya menjadi tidak berarti.
4. “Recommend to your children virtues that alone can make them happy. Not gold.”
Sarankan kepada anak-anakmu, hanya dengan segala kebaikan maka kamu dapat berbahagia. Bukan harta.
Kehidupan Beethoven semasa kecil memang pernah mengalami kejayaan, sampai akhirnya keluarga Beethoven jatuh miskin. Beethoven bahkan kemudian menjadi tulang punggung keluarga. Pada usia 18 tahun, ia telah mencari nafkah bagi keluarganya menjadi seorang pianis. Meskipun ia mampu mengangkat derajat keluarga karena kemasyhuran dirinya sebagai seorang komponis, bagi Beethoven semua itu bukan segalanya. Kehidupan yang penuh dengan kebaikan merupakan idaman hati semua orang. Setuju?
Nah, itulah sepenggal kisah kehidupan dari seorang maestro dunia bernama Beethoven. Kehidupannya memang tidak selalu sempurna, bahkan penuh dengan berbagai kejutan yang tidak diharapkannya. Namun, sekali lagi, semua itu tidak menyurutkan niat Beethoven untuk membawa kebaikan bagi semua orang. Semoga Beethoven dapat menginspirasi kita semua, ya!