ilustrasi mamalia (unsplash.com/Yomex Owo)
Memang benar mamalia jarang berwarna cerah, namun ada juga yang menunjukkan warna cukup mencolok. Meski begitu, biasanya warna tersebut tidak muncul pada rambut atau bulunya. Warna terang lebih sering terlihat pada bagian kulit yang tidak tertutup rambut, misalnya pada wajah atau area tubuh tertentu. Contoh yang cukup dikenal adalah mandrill, primata yang memiliki wajah dengan warna biru dan merah yang sangat mencolok. Warna serupa juga bisa terlihat pada beberapa jenis monyet yang memiliki bagian kulit merah muda di sekitar wajah atau tubuhnya.
Hal ini terjadi karena rambut mamalia umumnya hanya memiliki sedikit variasi pigmen. Sebaliknya, kulit memiliki jaringan yang lebih kompleks serta banyak pembuluh darah di bawah permukaannya. Kombinasi pigmen kulit dan aliran darah inilah yang dapat menghasilkan warna yang tampak lebih cerah atau kontras. Pada banyak spesies, bagian kulit yang berwarna tersebut juga berfungsi sebagai sinyal visual, misalnya untuk menunjukkan kondisi kesehatan, kesiapan berkembang biak, atau posisi dalam kelompok sosial.
Warna tubuh pada mamalia berkaitan dengan proses biologis dan evolusi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang. Karena itu, warna pada mamalia bukan sekadar tampilan luar. Karakter warna tersebut merupakan hasil dari mekanisme biologis dan sejarah evolusi yang membentuk kelompok hewan ini menjadi seperti yang dikenal sekarang.
Referensi:
"Evolution of bright colours in animals: worlds of prohibition and oblivion" F1000 Research. Diakses pada Maret 2026
"Why aren't mammals as colorful as reptiles, birds or fish?" Live Science. Diakses pada Maret 2026
"Why Aren’t There Mammals in Super Vivid Colors Like There Are Birds and Bugs?" Gizmodo. Diakses pada Maret 2026