ilustrasi bintang dan luar angkasa (unsplash.com/Bryan Goff)
Sekarang kamu sudah tahu kan alasan mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda? Namun, fakta bintang gak cuma itu saja. Uniknya, gak ada bintang yang memiliki warna ungu atau hijau.
Ini berhubungan dengan kemampuan manusia melihat cahaya bintang. Perlu diingat, bintang adalah kumpulan benda langit warna-warni. Pancaran warna dipengaruhi oleh suhu permukaan.
Dilansir Live Science, bintang gak memancarkan cahayanya dalam satu panjang gelombang saja, tapi ada beberapa rentang cahaya yang dipancarkan.
Bisa jadi ada warna hijau dipancarkan bintang. Akan tetapi, warna hijau berada di tengah spektrum warna.
Pancaran cahayanya pun bersamaan dengan pancaran warna lain. Akibatnya, warna hijau 'kalah' dengan warna lain sehingga kadang lebih terlihat putih, dilansir Science ABC.
Nah, warna itu bisa jadi tampak kuning di mata manusia. Sebab, manusia melihat cahaya bintang dengan terhalang atmosfer.
Sama halnya dengan ungu. Bukan berarti bintang gak berwarna ungu, tapi warna yang dilihat manusia adalah warna biru.
Itulah alasan mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda. Bintang memancarkan rentang gelombang cahaya yang menghasilkan pancaran dengan warna tertentu.
Warna bintang ini membuktikan betapa uniknya bintang, ya.
Apa faktor utama yang menentukan warna sebuah bintang? | Faktor utamanya adalah suhu permukaan bintang tersebut. Semakin panas suhu permukaannya, semakin condong warnanya ke arah biru/putih. Sebaliknya, semakin rendah suhunya, warnanya akan tampak lebih merah atau jingga. |
Mengapa suhu memengaruhi warna bintang? | Ini dijelaskan melalui hukum fisika (Hukum Wien). Benda yang sangat panas memancarkan radiasi pada panjang gelombang yang lebih pendek (warna biru), sementara benda yang lebih dingin memancarkan radiasi pada panjang gelombang yang lebih panjang (warna merah). |
Adakah faktor lain selain suhu yang memengaruhi warna bintang? | Ya, Efek Doppler juga berpengaruh. Bintang yang bergerak mendekati Bumi akan mengalami blueshift (tampak lebih biru), sedangkan bintang yang menjauh akan mengalami redshift (tampak lebih merah). Selain itu, komposisi kimia dan usia bintang juga turut berperan. |