Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi buaya
ilustrasi buaya (pexels.com/Ray Bilcliff)

Intinya sih...

  • Batu membantu proses pencernaan

  • Mengatur daya apung saat menyelam

  • Memberi rasa kenyang saat makanan langka

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buaya dikenal sebagai predator purba yang hampir tidak berubah sejak jutaan tahun lalu. Namun, di balik tubuhnya yang garang dan rahangnya yang super kuat, ada satu kebiasaan unik yang sering membuat orang heran: buaya suka menelan batu. Kedengarannya aneh, ya? Namun, ternyata, perilaku ini bukan kebiasaan iseng, melainkan strategi bertahan hidup yang sangat cerdas.

Batu-batu yang ditelan buaya ini disebut gastrolith. Biasanya berupa batu sungai yang halus dan cukup berat. Gastrolith bukan hanya numpang lewat di perut buaya, tapi juga memiliki fungsi penting dalam pencernaan, berburu, sampai menjaga keseimbangan tubuh saat berada di dalam air.

1. Membantu proses pencernaan

Buaya kerap menelan mangsanya secara utuh, termasuk tulang, cangkang, dan kulit yang keras. Kendati asam lambung buaya sangat kuat, tetap saja ada bagian makanan yang sulit hancur hanya dengan cairan pencernaan. Di sinilah peran gastrolith bekerja.

Batu-batu di dalam perut buaya berfungsi seperti gigi tambahan yang membantu menghancurkan makanan secara mekanis. Mirip seperti burung yang menelan kerikil untuk menggiling biji-bijian, gastrolith membantu buaya memecah makanan agar nutrisinya lebih mudah diserap. Menariknya, batu ini bisa bertahan di perut buaya selama bertahun-tahun dan terus membantu setiap kali ia makan.

2. Mengatur daya apung saat menyelam

Fungsi lain yang tak kalah penting adalah untuk mengontrol daya apung. Paru-paru buaya berisi udara sehingga tubuhnya cenderung mengapung. Dengan menelan batu yang berat, buaya jadi lebih mudah tenggelam dan bertahan lebih lama di bawah air.

Ini sangat penting saat berburu. Buaya adalah predator penyergap. Ia perlu mendekati mangsa tanpa terlihat. Gastrolith membantu buaya tetap stabil di air, melawan arus, dan menyelam lebih dalam tanpa banyak gerakan mencolok. Pengamatan pada aligator juga menunjukkan bahwa individu dengan gastrolith lebih berat mampu bertahan lebih lama di bawah air.

3. Memberi rasa kenyang saat makanan langka

ilustrasi buaya (pexels.com/sergey mishakov)

Di alam liar, buaya tidak makan setiap hari. Kadang mereka bisa bertahan berminggu-minggu tanpa mangsa. Batu di perut memberi sensasi penuh sehingga buaya tidak terlalu sering berburu dan bisa menghemat energi. Selain itu, berat dari batu juga membantu tubuh buaya tetap stabil di sungai atau rawa yang arusnya cukup kuat. Jadi, bukan hanya soal makan, tapi juga soal efisiensi hidup.

4. Kebiasaan purba sejak zaman dinosaurus

Gastrolith bukan kebiasaan baru. Fosil buaya purba menunjukkan bahwa perilaku ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Bahkan, beberapa dinosaurus juga diketahui memiliki gastrolith di perutnya. Ini menandakan bahwa menelan batu adalah strategi evolusioner yang sangat efektif untuk hewan reptil besar.

Yang menarik, buaya tidak asal menelan. Mereka cenderung memilih batu yang halus dan ukurannya pas. Anak buaya menelan batu kecil, lalu seiring tubuhnya tumbuh, ukuran batunya juga ikut bertambah.

5. Bukti kecerdikan fisiologi buaya

Perut buaya punya tingkat keasaman ekstrem, bahkan mendekati pH nol. Logam saja bisa terkorosi di dalamnya. Namun, tetap saja, pencernaan mekanis dari gastrolith membuat prosesnya jauh lebih efisien. Jadi, menelan batu bukan kebiasaan aneh, melainkan bukti betapa canggihnya sistem tubuh buaya sebagai predator puncak.

Jadi, kalau lain kali kamu melihat buaya berjemur dengan wajah santai di tepi sungai, ingat satu hal: di dalam perutnya mungkin ada amunisi berupa batu-batu yang membantu mereka tetap jadi penguasa air sejak zaman purba sampai sekarang.

Referensi

BioSphere Insights. Diakses pada Februari 2026. Crocodile Gastroliths: Why They Swallow Stones & Benefits Explained
Indiana Public Media. Diakses pada Februari 2026. Why Crocs Might Want to Eat Rocks
Plant Science. Diakses pada Februari 2026. Why Do Crocodiles Swallow Stones?
Science. Diakses pada Februari 2026. Alligators Gobble Rocks to Stay Underwater Longer

Editorial Team