Burung Albatros (commons.wikimedia/JJ Harrison)
Dilansir Science ABC, hewan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ektoterm dan endoterm.
Ektoterm merupakan hewan yang suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan sekitar. Kelompok hewan ini tidak mampu menghasilkan panas sendiri. Artinya, lingkungan eksternal lah yang membantu mengatur suhu tubuh mereka. Misalnya, ular harus berjemur di bawah sinar matahari demi menghangatkan tubuhnya, dan kembali ke liang untuk mendinginkan tubuh. Hewan ektoterm ini juga dikenal sebagai hewan berdarah dingin, seperti ikan, amfibi, dan reptil.
Selanjutnya, ada hewan endoterm yang dapat mengatur suhu tubuh mereka dengan menghasilkan panas internal. Terlepas dari naik turunnya lingkungan, mereka dapat mempertahankan suhu tubuh fisiologis dalam kisaran yang stabil. Pada musim dingin yang sejuk, mereka dapat meningkatkan produksi panas metabolisme dan isolasi untuk tetap hangat, sedangkan selama musim terik matahari, mereka berkeringat agar badannya tetap hangat.
Dalam hal ini, dapat dikatakan kalau semua proses metabolisme mereka terjadi pada suhu konstan.
Hewan endoterm juga dikenal sebagai hewan berdarah hangat seperti mamalia dan burung. Lalu, kenapa burung suhu tubuhnya lebih tinggi dari mamalia?
Bulu mamalia hanya berfungsi sebagai isolasi, sementara bulu burung memiliki fungsi ganda. Bulu memungkinkan burung untuk tetap terbang dan menjaga agar tetap hangat. Terbang di ketinggian membuat mereka lebih rentan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti cuaca dingin dan angin beku, yang dapat membuat mereka kedinginan.
Selain itu, sayap mereka memungkinkan mereka untuk terbang, dan terbang membutuhkan otot untuk bekerja lebih keras dan menggunakan energi lebih banyak. Adanya isolasi dari bulu dan panas otot yang bekerja keras ini menyebabkan suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi.
Meskipun demikian, mamalia dapat berkeringat untuk mendinginkan tubuh, tetapi burung tidak memiliki kelenjar keringat. Mereka hanya kehilangan panas melalui kulit dan sistem pernapasan yang terbuka.
Panas ini bukan tanpa tujuan. Di mana burung menghasilkan panas untuk mengerami telur mereka dan membantu menjaga agar telur tetap hangat. Embrio sangat membutuhkan panas dari burung agar dapat berkembang dengan baik. Sementara itu, mamalia tidak perlu melakukan hal itu, karena sebagian besar dari mereka melahirkan anak secara langsung.
Sebagai penutup, burung memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari mamalia karena mereka memiliki aktivitas yang sangat menuntut dan membutuhkan banyak energi, seperti terbang dan mengerami telur. Tanpa adanya produksi panas yang cukup, burung tidak akan sanggup bertahan hidup di suhu dingin saat mereka terbang di ketinggian.