Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Ikan di Laut Dalam Memiliki Wujud yang Aneh?
ilustrasi habitat anglerfish black seadevil di dasar laut, gelap dan minim cahaya (unsplash.com/Sarah Lee)
  • Laut dalam memiliki kondisi ekstrem tanpa cahaya, tekanan tinggi, dan suhu mendekati beku, sehingga organisme di sana beradaptasi khusus untuk bertahan hidup dan mencari makanan dari sisa-sisa organik.
  • Wujud aneh ikan laut dalam merupakan hasil evolusi menghadapi lingkungan keras, dengan adaptasi seperti gigi tajam, bioluminensi untuk menarik mangsa, serta tubuh lembek agar tahan tekanan besar.
  • Beberapa spesies khas laut dalam seperti anglerfish, barreleye, hiu goblin, viperfish, dan blobfish menunjukkan bentuk unik yang membantu mereka bertahan di kedalaman gelap dan bertekanan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat mendengar 'laut dalam' yang terlintas adalah makhluk-makhluk mengerikan yang ganas dan memangsa tanpa ampun. 99% kehidupan di laut adalah gelap gulita, dan ikan-ikan di sana tidak berevolusi untuk menjadi cantik, tapi untuk bertahan hidup. Itulah mengapa ikan-ikan di laut dalam cenderung memiliki visual yang mirip alien, jelek, seram, dan ganas. Berbeda dengan ikan-ikan yang masih hidup di perairan dangkal, mereka tampak cantik dengan pesona warna-warni sisik dan sirip yang menari dengan eksotis.

Ini bukan saatnya untuk membandingkan siapa yang paling cantik secara visual. Setiap jenis ikan yang tampil di lautan, apa pun wujudnya, adalah bagian dari mekanisme pertahanan diri. Sebaliknya, ikan-ikan yang aneh ini justru akan gelagapan saat berada di permukaan air. Nah, dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengapa ikan-ikan di laut dalam cenderung memiliki penampilan yang jelek dan menyeramkan. Berikut penjelasannya!

1. Seperti apa kehidupan di laut dalam?

ilustrasi kehidupan di laut dalam (pexels.com/ClickerHappy)

Laut dalam merupakan lapisan terendah samudra dan rumah bagi kondisi paling ekstrem di bumi. Di laut dalam tidak akan ditemukan cahaya, tekanannya sangat tinggi, dan suhunya mendekati titik beku. Meskipun kehidupan di laut dalam sangat ekstrem, kehidupan tetap berjalan di bawah saja. Setidaknya terdapat dua jenis organisme laut dalam, yaitu:

  • Organisme bentik

Organisme yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di dasar laut. Beberapa organisme bentuk seperti lobster dan kepiting, dapat bergerak bebas di dasar laut. Lainnya seperti Anemon yang menempelkan diri ke dasar laut. Contoh lain organisme bentik di laut dalam adalah cacing tabung raksasa, kepiting Yeti, dan karang hitam.

  • Organisme pelagis

Organisme yang menghabiskan hidupnya di dalam air. Ikan pelagis aktif berenang di dalam air. Organisme lain, seperti zooplankton sebagian besar hanya mengapung. Contoh organisme pelagis di lautbdalam seperti paus, cumi-cumi raksasa, dan ikan lentera.

Kedua jenis organisme di atas bertahan hidup dalam kondisi keras di laut dalam. Karena itulah mereka membutuhkan adaptasi khusus untuk mencari makanan, bergerak, menahan tekanan, dan bertahan hidup di suhu dingin.

Dalam hal mencari makanan, hewan-hewan di laut dalam mengandalkan potongan-potongan tumbuhan mati, hewan mati, dan kotoran hewan yang jatuh dari atas. Sumber makanan ini dikenal sebagai salju laut.

Cara lain yang digunakan beberapa mikroorganisme untuk beradaptasi mencari makanan di laut dalam adalah dengan menciptakan makanan mereka sendiri. Organisme ini bekerja keras untuk mengubah energi dari reaksi kimia menjadi nutrisi. Proses ini disebut juga kemoautotrof.

2. Wujud yang aneh adalah bagian dari evolusi

Blobfish (commons.wikimedia/NOOA)

Kehidupan di laut dalam didominasi oleh ikan-ikan dengan wujud yang aneh, terlihat seperti alien. Hal ini karena mereka telah berevolusi untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem dengan kegelapan hampir total, tekanan yang sangat besar, suhu dingin, dan makanan sangat sedikit. Kondisi yang keras ini mendorong beberapa adaptasi yang tidak biasa.

  1. Rahang dan gigi ekstrem

Ikan di laut dalam identik dengan deretan gigi yang tajam dan besar. Spesies seperti ikan viperfish sloane memiliki taring transparan yang sangat besar dan mulut yang terlalu besar untuk menangkap mangsa apa pun yang mereka temui di kedalaman yang minim sumber makanan.

  1. Bioluminensi

Lebih dari 75% ikan laut dalam mampu menghasilkan cahaya sendiri. Ikan anglerfish misalnya, ia mampu menghasilkan cahaya yang berguna untuk menarik mangsa, yang lain menggunakan bioluminensi untuk kamuflase, komunikasi, perkawinan, dan pertahanan.

  1. Tubuh yang lunak dan lembek

Ikan laut dalam memiliki tubuh yang lembek dan lunak. Makhluk seperti ikan blobfish tidak memiliki kerangka yang kaku, sehingga membantu mereka menahan tekanan ratusan kali lebih besar daripada di permukaan.

3. Ikan-ikan yang hidup di laut dalam

Ikan di laut dalam (pexels.com/Meri)

Di kedalaman bawah laut, di tempat yang gelap gulita, tekanan air yang ekstrem, kamu bisa menemukan makhluk hidup yang tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga berkembang biak dengan cara-cara yang luar biasa di tengah kerasnya perairan laut dalam. Berikut adalah deretan ikan-ikan yang hidup di laut dalam:

  1. Anglerfish

Ikan anglerfish memiliki tampang ekspresi seperti sedang marah. Ia hidup di habitat yang paling dalam, dasar laut yang sunyi dan gelap gulita. Sebagian besar ikan anglerfish hidup di kedalaman Samudra Atlantik dan Antartika yang keruh, hingga satu mil di bawah permukaan, meskipun beberapa hidup di lingkungan tropis yang dangkal. Umumnya memiliki warna abu-abu gelap hingga cokelat gelap, kepalanya besar, dan mulut berbentuk seperti bulan sabit besar yang dipenuhi gigi tajam dan tembus cahaya.

  1. Barreleye

Ikan unik ini dikenal karena matanya yang aneh—sepasang manik matanya berwarna hijau terang yang mengarah ke atas dan tampak melalui kubah transparan di dahinya. Mata yang mengarah ke atas ini mampu melihat mangsa di atasnya di dalam kolam air, juga dapat berputar ke depan.

Barreleye merupakan makhluk soliter yang menghuni zona senja hingga tengah malam di lautan, biasanya antara kedalaman 2.000 hingga 2.600 kaki (600-800 meter)

  1. Hiu Goblin

Hiu Goblin memiliki moncong seperti sekop, tubuh yang lembek, dan ekor dengan lobus bawah yang kurang berkembang. Salah satu ciri khas hiu ini adalah mulutnya yang dapat menjulur keluar. Mulutnya bahkan dapat ditarik ke posisi di bawah mata, atau memanjang ke depan di bawah moncong.

Spesies ini ditemukan di dekat dasar laut di perairan laut hingga kedalaman sekitar 1200 m. Keberadaan hiu goblin terdeteksi di berbagai lokasi di Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.

  1. Viperfish

Viperfish termasuk dalam genus Chauliodus. Mereka ditemukan di wilayah tropis samudra utama. Viperfish hidup di laut dalam dan memiliki organ bercahaya di sepanjang sisi tubuhnya, cahaya tersebut berfungsi untuk menarik ikan lain yang menjadi mangsanya. Viperfish memiliki taring panjang yang menonjol dari rahang atas dan bawah, yang digunakan untuk mencengkram mangsa yang berontak dengan kuat.

  1. Blobfish

Penampilan ikan blobfish hampir tidak dapat dikenali di bawah air. Ikan ini berbentuk seperti kecebong dengan kepala yang menggembung, rahang besar, ekor meruncing, dan sirip dada yang berbulu. Alih-alih sisik, blobfish justru mempunyai kulit yang longgar dan lembek. Mereka tidak memiliki tulang yang kuat atau otot yang tebal, blobfish bergantung pada tekanan air untuk mempertahankan bentuknya. Itulah mengapa ikan blobfish justru akan hancur ketika di tarik ke permukaan. Ikan blobfish biasanya ditemukan di habitat yang gelap dan dingin, di dasar laut Atlantik, Hindia, dan Pasifik. Pada kedalaman 1.970 hingga 3.940 kaki.

Jadi, alasan kenapa ikan-ikan di laut dalam memiliki wujud yang aneh karena tubuh mereka sejatinya memang didesain untuk menghadapi lingkungan yang ekstrem, mulai dari tekanan tinggi, suhu mencapai titik beku, dan habitat yang gelap gulita. Jadi, bentuk yang aneh ini bukan karena cacat, ya, melainkan bagian dari pertahan hidup mereka. Sebaliknya, permukaan air adalah ancaman bagi ikan-ikan yang hidup di laut dalam karena tubuhnya bisa saja hancur saat mencapai permukaan air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team