Ikan di laut dalam (pexels.com/Meri)
Di kedalaman bawah laut, di tempat yang gelap gulita, tekanan air yang ekstrem, kamu bisa menemukan makhluk hidup yang tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga berkembang biak dengan cara-cara yang luar biasa di tengah kerasnya perairan laut dalam. Berikut adalah deretan ikan-ikan yang hidup di laut dalam:
Anglerfish
Ikan anglerfish memiliki tampang ekspresi seperti sedang marah. Ia hidup di habitat yang paling dalam, dasar laut yang sunyi dan gelap gulita. Sebagian besar ikan anglerfish hidup di kedalaman Samudra Atlantik dan Antartika yang keruh, hingga satu mil di bawah permukaan, meskipun beberapa hidup di lingkungan tropis yang dangkal. Umumnya memiliki warna abu-abu gelap hingga cokelat gelap, kepalanya besar, dan mulut berbentuk seperti bulan sabit besar yang dipenuhi gigi tajam dan tembus cahaya.
Barreleye
Ikan unik ini dikenal karena matanya yang aneh—sepasang manik matanya berwarna hijau terang yang mengarah ke atas dan tampak melalui kubah transparan di dahinya. Mata yang mengarah ke atas ini mampu melihat mangsa di atasnya di dalam kolam air, juga dapat berputar ke depan.
Barreleye merupakan makhluk soliter yang menghuni zona senja hingga tengah malam di lautan, biasanya antara kedalaman 2.000 hingga 2.600 kaki (600-800 meter)
Hiu Goblin
Hiu Goblin memiliki moncong seperti sekop, tubuh yang lembek, dan ekor dengan lobus bawah yang kurang berkembang. Salah satu ciri khas hiu ini adalah mulutnya yang dapat menjulur keluar. Mulutnya bahkan dapat ditarik ke posisi di bawah mata, atau memanjang ke depan di bawah moncong.
Spesies ini ditemukan di dekat dasar laut di perairan laut hingga kedalaman sekitar 1200 m. Keberadaan hiu goblin terdeteksi di berbagai lokasi di Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.
Viperfish
Viperfish termasuk dalam genus Chauliodus. Mereka ditemukan di wilayah tropis samudra utama. Viperfish hidup di laut dalam dan memiliki organ bercahaya di sepanjang sisi tubuhnya, cahaya tersebut berfungsi untuk menarik ikan lain yang menjadi mangsanya. Viperfish memiliki taring panjang yang menonjol dari rahang atas dan bawah, yang digunakan untuk mencengkram mangsa yang berontak dengan kuat.
Blobfish
Penampilan ikan blobfish hampir tidak dapat dikenali di bawah air. Ikan ini berbentuk seperti kecebong dengan kepala yang menggembung, rahang besar, ekor meruncing, dan sirip dada yang berbulu. Alih-alih sisik, blobfish justru mempunyai kulit yang longgar dan lembek. Mereka tidak memiliki tulang yang kuat atau otot yang tebal, blobfish bergantung pada tekanan air untuk mempertahankan bentuknya. Itulah mengapa ikan blobfish justru akan hancur ketika di tarik ke permukaan. Ikan blobfish biasanya ditemukan di habitat yang gelap dan dingin, di dasar laut Atlantik, Hindia, dan Pasifik. Pada kedalaman 1.970 hingga 3.940 kaki.
Jadi, alasan kenapa ikan-ikan di laut dalam memiliki wujud yang aneh karena tubuh mereka sejatinya memang didesain untuk menghadapi lingkungan yang ekstrem, mulai dari tekanan tinggi, suhu mencapai titik beku, dan habitat yang gelap gulita. Jadi, bentuk yang aneh ini bukan karena cacat, ya, melainkan bagian dari pertahan hidup mereka. Sebaliknya, permukaan air adalah ancaman bagi ikan-ikan yang hidup di laut dalam karena tubuhnya bisa saja hancur saat mencapai permukaan air.