ilustrasi bermain salju (pexels.com/Vika Glitter)
Dengan memahami anatomi sifat fisik salju dan es membantu kita memahami warna salju. Salju sendiri adalah kristal es kecil yang saling menempel. Adanya cahaya pantulan adalah alasan utama mengapa kita melihat salju dominan putih. Cahaya tampak dari matahari terdiri dari serangkaian panjang gelombang cahaya yang diinterpretasikan mata kita sebagai berbagai bentuk dan warna. Ketika cahaya mengenai suatu benda, panjang gelombang yang berbeda diserap atau dipantulkan kembali ke mata kita.
Saat salju jatuh melalui atmosfer dan mendarat di tanah, cahaya kemudian dipantulkan dari permukaan kristal es, yang memiliki banyak sisi. Sebagian cahaya yang mengenai salju dihamburkan kembali secara merata ke semua warna spektral, dan karena cahaya putih terdiri dari semua warna dalam spektrum tampak, mata manusia melihat kepingan salju berwarna putih.
Saat cahaya mengenai salju di tanah, ada begitu banyak lokasi tempat cahaya dipantulkan sehingga tidak ada satu panjang gelombang pun yang secara konsisten diserap atau dipantulkan. Oleh karena itu, sebagian besar cahaya putih matahari yang mengenai salju akan dipantulkan kembali sebagai cahaya putih.
Salju tidak selalu berwarna putih, adanya butiran pasir dapat membuat salju sedikit lebih cokelat keemasan, atau salju dapat memiliki rona merah ketika ada karat dan bakteri. Sebelumnya, pernah ditemukan salju berwarna merah di pegunungan Sierra Nevada, California dan pegunungan Alpen Prancis, yang mana bercak-bercak salju berwarna merah ini adalah hasiil dari Chlamydomonas nivalis.
Chlamydomonas nivalis, sejenis alga hijau yang menyukai suhu dingin dan tumbuh subur di air yang membeku. Warna merah ini berasal dari pigmen karotenoid merah terang yang bertindak seperti tabir surya, melindungi klorofil hijau alga dari sinar UV. Tidak hanya putih dan merah, salju juga kadangkala terlihat berwarna biru. Salju berwarna biru sering terlihat di Islandia dan Alaska. Warna ini terjadi karena es yang tebal dan padat menyerap panjang gelombang cahaya yang lebih panjang, seperti merah dan kuning kemudian memantulkan kembali panjang gelombang biru yang lebih pendek ke arah mata manusia.
Sebagai penutup, salju merupakan es kristal dengan bentuk segi enam yang simetris. Salju terdiri dari banyak jenis mulai dari yang bubuk hingga salju lumpur. Salju tampak berwarna putih karena cahaya matahari masuk dan mantul ke segala arah di dalam tumpukan salju. Di beberapa tempat, salju seringkali berwarna merah bahkan biru.