Sebagaimana kita ketahui, bahwa ekor adalah bagian vital dari kucing yang membantu mereka menjaga keseimbangan dan alat komunikasi. Lalu apakah semua kucing memiliki ekor? Jawabannya tidak, beberapa kucing tidak memiliki ekor karena masalah kesehatan, dan lainnya adalah ras kucing yang memang tubuhnya didesain tanpa ekor.
Jika seekor kucing tidak memiliki ekor atau hanya sedikit ekor, hal itu disebabkan oleh anomali genetik, yang dikenal sebagai gen muatan. Adanya gen dominan ini menyebabkan ekor dan bagian sumsum tulang belakang di depannya tumbuh secara tidak normal.
Misalnya pada kucing Manx yang memiliki dua gen, yaitu gen dominan (M) dan gen resesif (m). Kedua gen ini dapat menciptakan kombinasi heterozigot Mm, yang akan bermanifestasi sebagai kucing tanpa ekor atau dengan ekor yang sangat pendek.
Jika seekor kucing lahir dengan ekor tetapi kehilangan ekornya karena amputasi, kemungkinan besar kucing akan mengalami cedera traumatis pada ekornya. Misalnya pada beberapa kasus, dokter hewan memutuskan akan lebih baik jika membuang ekor yang cedera agar kucing tetap hidup dengan baik. Sebagian besar kucing pulih sepenuhnya dari tindakan tersebut dan menjalani kehidupan normal meskipun harus kehilangan ekor.
Masalah kesehatan juga bisa menyebabkan kucing tidak memiliki ekor. Kucing tanpa ekor menderita masalah kesehatan akibat tidak memiliki ekor, khususnya sindrom Manx, yang dapat menyebabkan disfungsi usus dan kandung kemih.