unsplash.com/Brett Jordan
Perasa adalah reseptor yang luar biasa, yang bisa mendeteksi semua rasa mulai dari es krim vanila hingga buah zaitun. Dalam hal ini, selera makan tikus telah memancing para ilmuwan untuk meneliti indra perasa dan kemampuan pengecap yang mereka miliki
Rasa biasanya diklasifikasikan menjadi lima jenis: pahit, manis, asin, asam, dan umami (gurih). Berkat indra perasa tikus, gambaran ini menjadi jauh lebih kompleks.
Ketika ahli neurofisiologi Debarghya Dutta Banik dan rekannya menghilangkan sel-sel perasa tertentu dari indra perasa tikus, mereka langsung menanggapi berbagai rasa baru yang diperkenalkan pada mereka.
Setelah subjek tikus disajikan dengan beberapa senyawa lezat, para ilmuwan menemukan kalau tikus memiliki "sekelompok sel" yang mampu merasakan banyak bahan kimia di berbagai kelas. Lebih lanjut lagi, otak mereka juga memengaruhi indra perasa tikus.
Kathryn Medler, seorang ahli saraf di Universitas di Buffalo di New York, mengatakan kalau indra perasa sangat penting dalam kelangsungan hidup spesies. Faktanya, indra perasa tikus dan manusia bekerja dengan cara yang sama. Para ilmuwan pun mengira kalau indra perasa dapat dikembalikan ke pasien yang menjalani terapi kemoterapi.