Adolf Hitler dikenal sebagai tokoh antagonis terbesar sepanjang sejarah bagi negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Australia, bahkan Jerman itu sendiri. Kisah kediktatorannya melekat pada jejak-jejak Perang Dunia II yang pada akhirnya juga dimenangkan oleh pihak Amerika dan sekutu.
Pada 1939, Jerman yang kala itu memiliki pasukan tempur kuat menyerang Polandia. Serangan tersebut menyebabkan meletusnya Perang Dunia II yang membagi dunia pada dua kelompok besar, yakni Blok Sekutu dengan anggota utama Amerika, Inggris, Tiongkok, dan Uni Soviet, melawan Blok Poros yang beranggotakan Jerman, Italia, dan Jepang.
Adolf Hitler sempat menulis sebuah buku berjudul Mein Kampf. Dalam buku tersebut, Hitler menulis tentang segala hal yang berbau tentang Nazi Jerman dan buku itu juga dijadikan buku penting bagi aliran Nazisme pada saat itu, seperti dicatat dalam laman Britannica. Buku kontroversial tersebut diterbitkan dalam dua jilid, yakni jilid 1925 dan 1927.
Tentu saja buku beraliran Nazi tersebut menjadi buku yang sangat diharamkan bagi semua negara sekutu (Barat) hingga saat ini. Sekadar informasi, sebagian besar buku tersebut berisi tentang langkah-langkah Nazi dalam menguasai Eropa dan dunia. Bahkan, Hitler dengan tegas menyatakan bahwa bangsa Aryan (Eropa Jerman) harus menguasai dunia dengan cara membantai bangsa Yahudi.
Di era modern, penerbitan buku tersebut banyak dipertentangkan, terutama dari negara-negara macam Amerika, Australia, Kanada, Eropa secara umum, bahkan negara non-Barat, seperti Amerika Latin dan India.
Itulah beberapa diktator dunia yang sempat menulis gagasan dan pandangannya ke dalam karya tulis. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kamu di bidang sejarah, ya!