Sebagai klimaksnya, sains pernah dipandang sebagai siasat licik untuk meruntuhkan dogma-dogma keagamaan yang ada di Eropa pada zaman kuno. Secara terang-terangan para pejabat dan pengadilan agama di Eropa mengecam dan menghukum siapa saja yang dianggap menentang mereka.
Sebuah artikel sejarah yang dimuat dalam The Public Broadcasting Service menyatakan bahwa "peperangan" antara agama dan sains di masa lalu merupakan hal yang jamak dan dijadikan pandangan umum sebagai sebuah pembenaran individu. Seorang ilmuwan di abad kegelapan Eropa tidak akan hidup nyaman akibat peraturan ketat yang membelenggu mereka.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, rupanya bangsa Eropa mulai terbuka dan menganggap bahwa agama bisa sejalan dengan sains. Sejarawan bernama Ronald Numbers menyatakan bahwa sejak dulu bangsa barat seolah memiliki dua "kitab", yakni kitab agama dan kitab sains. Faktanya, kedua "kitab" tersebut tidak perlu diperdebatkan karena memang bisa sejalan dan saling melengkapi.
Itulah beberapa pandangan gila mengenai sains oleh bangsa Eropa kuno. Tak disangka, kini Eropa menjadi benua dengan negara-negara yang maju dan makmur. Semoga artikel ini dapat membuka cakrawala baru untuk kamu, ya!