Pernah merasa pikiran mendadak lebih tenang saat memandangi laut, danau, atau sungai? Bahkan sekadar melihat air mengalir di video pendek sering kali cukup untuk membuat napas terasa lebih ringan. Sensasi ini bukan sekadar perasaan subjektif. Dalam sains, ada penjelasan mengapa air memiliki efek menenangkan bagi manusia, dan salah satu konsep yang paling sering dibahas adalah Blue Mind Theory.
Istilah Blue Mind merujuk pada kondisi mental yang lebih tenang, damai, dan fokus ringan ketika seseorang berada di dekat air. Ternyata, kondisi ini bukan metafora puitis, melainkan respons neurologis yang dapat diukur. Ketika manusia berinteraksi dengan air, otak cenderung bergeser dari mode stres ke mode relaksasi. Lantas, mengapa pemandangan air membuat seseorang merasa rileks? Berikut alasannya.
