Saat membersihkan kamar, ada momen ketika waktu seolah berhenti. Tangan berhenti di satu benda lama, entah itu buku diary dari masa SD, tiket konser pertama, atau barang kecil yang sebenarnya tak lagi punya fungsi. Logikanya berkata untuk membuangnya, tapi perasaan justru menahan. Ada cerita, ada kenangan, dan ada rasa takut kehilangan sesuatu yang tak bisa digantikan.
Kebiasaan menyimpan barang-barang lama ini memang kerap dianggap sepele atau sekadar sentimental. Namun, di baliknya bisa tersimpan alasan psikologis yang lebih dalam. Meski kita tidak boleh sembarangan melakukan self-diagnose tanpa pendapat profesional, keengganan ekstrem untuk membuang barang terkadang dikaitkan dengan hoarding disorder. Lalu, apa sebenarnya yang membuat kita begitu sulit melepaskan barang-barang tersebut?
