ilustrasi orangutan (pixabay.com/herbert2512)
Banyak primata dapat tersenyum dalam diam, tertawa, bahkan tertawa terbahak-bahak. Jangkauan dan keluwesan dalam mengkomunikasikan emosi positif yang hingga kini dianggap sebagai ciri unik manusia. Menurut studi yang dimuat dalam jurnal PLos One tahun 2015 menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang dikaitkan dengan tawa sudah ada pada nenek moyang primata kita, muncul jauh sebelum manusia berevolusi.
Satu-satunya senyuman yang untuk saat ini tampak unik bagi manusia adalah apa yang disebut senyum Duchenne. Senyuman ini muncul secara spontan, bukan dibuat-buat, dan mudah dikenali dari gerakan otot di sekitar mata. Saat senyum ini terjadi, otot orbicularis oculi berkontraksi tanpa disadari, membuat pipi terangkat dan muncul kerutan halus di sudut mata.
Berbeda dengan senyum yang disengaja, senyum Duchenne berkaitan langsung dengan emosi yang benar-benar dirasakan. Senyuman ini dipicu oleh aktivasi sistem limbik di otak, bagian yang bertanggung jawab atas pengolahan emosi. Karena itulah, senyum Duchenne sering dianggap sebagai penanda kebahagiaan yang asli dan sulit untuk dipalsukan.