ilustrasi replanting sawit (commons.wikimedia.org/Yosri)
Replanting mampu mengurangi kebutuhan membuka hutan baru karena produksi sawit tetap meningkat meski area tidak bertambah. Bibit generasi baru yang lebih efisien dapat menghasilkan minyak lebih banyak dari jumlah pohon yang sama, sehingga tekanan ke kawasan berhutan bisa ditekan. Program replanting yang dibarengi pemantauan air, tanah, dan vegetasi penyangga berpotensi menciptakan lanskap perkebunan yang lebih stabil secara ekologis. Jika standar teknis dipenuhi, lahan yang telah rusak oleh praktik lama dapat mengalami sedikit perbaikan struktur tanah. Langkah ini membuat industri lebih berpeluang menjaga keseimbangan antara kebutuhan minyak dan batas ekologis lahan.
Tetapi replanting tidak mengembalikan hutan yang hilang dan tidak menciptakan ekosistem baru yang kompleks seperti hutan alami. Risiko erosi, penurunan kualitas air, dan hilangnya biodiversitas tetap muncul jika kebun fokus pada kecepatan tanpa memperhatikan prosedur teknis. Ketika replanting dianggap sebagai solusi tunggal, perhatian terhadap restorasi hutan, rehabilitasi lahan kritis, dan konservasi satwa menjadi berkurang. Industri bisa memanfaatkan istilah replanting untuk membangun citra hijau meski praktik di lapangan tidak sepenuhnya memenuhi standar. Ini menunjukkan bahwa replanting hanya berfungsi sebagian dan tidak cukup kuat untuk menahan krisis ekologi tanpa langkah konservasi lain yang berjalan paralel.
Replanting sawit bisa membantu memulihkan sebagian fungsi lahan, tetapi keberhasilannya sangat tergantung pada cara kebun menjalankan peremajaan itu sendiri. Replanting tetap berpotensi menjadi langkah yang lebih ramah lingkungan dibanding ekspansi lahan, tetapi langkah tersebut harus dibarengi standar teknis yang ketat agar hasilnya nyata. Jika praktik ini terus ditingkatkan dan diawasi, lahan sawit generasi berikutnya bisa berjalan lebih stabil secara ekologis sekaligus mendukung produktivitas jangka panjang tanpa mengulang kesalahan lama.
Referensi:
"Replanting oil palm may be driving a second wave of biodiversity loss" The Conversation. Diakses pada Desember 2025
"Oil Palm Plantation: Cultivation And Management" EOS Data Analytics. Diakses pada Desember 2025
"Oil palms alone can be damaging; with other crops, the benefits abound" Mongabay. Diakses pada Desember 2025
"UGM Students Research Social Impact of Oil Palm Replanting in West Kalimantan" Universitas Gadjah Mada. Diakses pada Desember 2025
"The renewal of palm plantations: a huge challenge for Indonesian agriculture" CIRAD. Diakses pada Desember 2025
"Palm oil production: Crisis lurks as replanting lags" PWC. Diakses pada Desember 2025