Flying Dutchman adalah sebuah kisah tentang kapal terkutuk yang selalu mengarungi lautan hingga ratusan dan bahkan ribuan tahun. Legenda ini begitu kental dialami oleh banyak pelaut zaman dulu di seluruh dunia.
Menurut kesaksian beberapa pelaut, Flying Dutchman selalu terlihat melayang dari kejauhan. Cerita rakyat ini berasal dari Belanda pada abad ke-17. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa cerita ini juga berasal dari Inggris dan sangat eksis pada abad ke-18.
Selain legenda Flying Dutchman, ada beberapa kisah misteri lainnya yang juga menceritakan tentang keberadaan kapal aneh di tengah lautan. Namun, benarkah penampakan kapal tersebut merupakan sosok kapal hantu? Bagaimana penjelasan sains terhadap fenomena penampakan tersebut?
Ada beberapa petunjuk mengenai penampakan kapal hantu tersebut. Pertama, kesaksian lebih banyak dan booming pada abad ke-17 dan 18. Kedua, mayoritas penampakan terjadi pada siang hari. Lalu ketiga, kapal misterius yang terlihat selalu tampak dari kejauhan dan melayang di atas air.
Dengan beberapa petunjuk tersebut, ilmuwan modern dapat dengan cepat memberikan sanggahan berupa jawaban sains. Ya, kasus misteri kapal hantu Flying Dutchman dan hampir semua penampakan lainnya adalah fenomena optik biasa. Hal tersebut adalah efek dari fatamorgana yang terjadi pada saat udara panas terperangkap oleh udara dingin di sekitarnya.
Laman sains Planet Science mencatat bahwa fatamorgana atau ilusi optik dapat terjadi di saat suhu udara panas di permukaan Bumi terperangkap dengan suhu dingin yang berada di atasnya. Ilusi optik tersebut dapat membiaskan bayangan semu dari apa pun yang dapat ditangkap.
Jika di lautan lepas, fatamorgana akan membiaskan bayangan kapal, yang biasanya akan tampak berjalan sendiri di atas permukaan air. Bahkan, tak jarang bayangan kapal terlihat seolah terbang di udara. Zaman dulu belum ada pembuktian sains akan hal ini. Itulah sebabnya, pada abad ke-17 fenomena ini sangat melegenda dan dipercaya sebagai kejadian nyata.