kucing di dalam kotak kardus (pixabay.com/katya-guseva0-1350882)
Ketika tidak berada dalam wadah, kucing punya bentuk spesifik yang membuatnya jadi benda padat. Namun, ketika masuk dalam sebuah wadah, mereka akan menyesuaikan bentuknya yang sejalan dengan definisi umum cairan. Dari sini, akhirnya muncul pertanyaan sebenarnya kucing itu padat atau cair?
Berangkat dari meme seputar kucing yang bisa "berubah bentuk" mengikuti wadah, Marc-Antoine Fardin, seorang pakar fisika dari Universitas Paris Cité, menulis sebuah studi ilmiah tentang reologi kucing. Studi ini memenangkan penghargaan Ig Nobel Prize 2017 lalu.
Reologi sendiri merupakan studi yang mempelajari aliran materi. Menurut laman All the Science, ilmu ini fokus pada zat atau benda padat maupun cair yang berada pada kondisi tertentu sehingga menyebabkan mereka untuk mengalir.
Dalam studi tersebut, Marc-Antoine menyimpulkan kalau kucing bisa jadi padat sekaligus cair. Hal tersebut berdasarkan fakta kalau kucing bisa menyesuaikan bentuknya dengan wadah kalau kita memberikan mereka waktu yang cukup, tulisnya pada laman the Conversation.