Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sains Ungkap Cara Kucing Masuk Celah Sempit, Mereka Benda Cair?
kucing di dalam lubang (pixabay.com/goodlynx-135214)

Kita semua mungkin setuju kalau kucing merupakan hewan yang lentur. saking lenturnya sampai mereka bisa keluar masuk melalui celah yang amat sempit. Mereka bahkan nyaris terlihat "cair" saat duduk dalam suatu wadah.

Keunikan ini bahkan sampai menginspirasi sebuah studi ilmiah yang memenangkan penghargaan, lho. Lantas, terlepas dari foto dan meme seputar kelenturan kucing, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana cara kucing masuk celah sempit? Rahasia apa yang mereka miliki? Benarkah kucing sebenarnya merupakan benda cair?

1. Struktur bahu yang unik

Melihat kucing memaksakan diri melewati celah sempit benar-benar bagaikan menonton atraksi sulap. Kamu dibuat terkesima sekaligus deg-degan. Namun, kamu gak perlu khawatir. Tubuh kucing memang memungkinkan hal itu. 

Bahu kucing sangat unik. Kalau bahu manusia melekat ke tubuh dengan tulang, bahu kucing cuma melekat dengan otot. 

Tulang selangka kucing tidak membentuk persendian dengan tulang lainnya, tulis Hanie Elfenbein, seorang dokter hewan dari Universitas California dalam laman PetMD. Beda dari manusia yang memiliki tulang selangka dan tulang belikat yang menghubungkan anggota tubuh bagian atas dengan tulang di sepanjang tumbuh, bahu kucing hanya melekat melalui koneksi otot. 

Selain itu, tulang belikat kucing juga berukuran kecil. Nathalie Dowgray dari International Society of Medicine di Inggris Raya menjelaskan keunikannya pada laman Live Science. Menurut penuturannya, tulang selangka kucing jauh lebih kecil dibandingkan bagian tubuh lainnya daripada tulang selangka manusia dibandingkan dengan bagian tubuh kita lainnya. 

2. Tulangnya lebih banyak dari manusia

kucing meregangkan tubuh (pixabay.com/jonathansautter-1125250)

Gak berhenti sampai di situ. Hanie selanjutnya menambahkan satu keunikan yang dimiliki kucing, tapi gak dimiliki manusia. 

Kucing ternyata memiliki lebih banyak tulang pada tulang belakangnya ketimbang manusia. Dicatat oleh laman Sciencing, mereka punya 52—53 tulang di tulang belakang dari total 250 tulang di kerangkanya. Bandingkan dengan kita yang cuma punya 32—34 tulang belakang dari total 206 tulang kerangka. 

Nah, tiap persendian bisa menambah tingkat kelenturan kucing. Itu sebabnya, mereka bisa memaksakan diri masuk melewati celah yang sempit. Selama kepalanya muat ke dalam lubang, kemungkinan besar bagian tubuh lainnya juga muat. Hebat!

3. Kumisnya juga berperan penting!

tampak dekat kumis kucing (pixabay.com/nennieinszweidrei-10084616)

Gak cuma menambah kadar keimutan, kumis kucing juga berperan penting saat mereka hendak masuk ke dalam lubang atau celah sempit. 

Menurut penuturan Nathalie pada laman Live Science, kumis kucing dua kali lebih tebal dari bulunya dan tertanam tiga kali lebih dalam ke kulit. Pada pangkal masing-masing kumis terdapat ujung saraf yang memberikan kucing sistem navigasi super sensitif dan canggih. Dengan kumisnya tersebut, kucing bisa mendapatkan banyak informasi tentang lingkungan sekitarnya, salah satunya ukuran celah yang hendak dimasukinya. 

4. Kucing bisa jadi padat dan cair tergantung situasi

kucing di dalam kotak kardus (pixabay.com/katya-guseva0-1350882)

Ketika tidak berada dalam wadah, kucing punya bentuk spesifik yang membuatnya jadi benda padat. Namun, ketika masuk dalam sebuah wadah, mereka akan menyesuaikan bentuknya yang sejalan dengan definisi umum cairan. Dari sini, akhirnya muncul pertanyaan sebenarnya kucing itu padat atau cair?

Berangkat dari meme seputar kucing yang bisa "berubah bentuk" mengikuti wadah, Marc-Antoine Fardin, seorang pakar fisika dari Universitas Paris Cité, menulis sebuah studi ilmiah tentang reologi kucing. Studi ini memenangkan penghargaan Ig Nobel Prize 2017 lalu. 

Reologi sendiri merupakan studi yang mempelajari aliran materi. Menurut laman All the Science, ilmu ini fokus pada zat atau benda padat maupun cair yang berada pada kondisi tertentu sehingga menyebabkan mereka untuk mengalir. 

Dalam studi tersebut, Marc-Antoine menyimpulkan kalau kucing bisa jadi padat sekaligus cair. Hal tersebut berdasarkan fakta kalau kucing bisa menyesuaikan bentuknya dengan wadah kalau kita memberikan mereka waktu yang cukup, tulisnya pada laman the Conversation

5. Kenapa, sih, kucing suka tempat sempit?

kucing di dalam kotak kardus (unsplash.com/szamanm)

Tingkat kelenturan kucing memberinya banyak keuntungan saat bertahan hidup di alam liar. Pada laman Live Science, Nathalie menyebutnya sebagai keuntungan evolusioner. Kemampuan unik kucing masuk ke celah sempit membantunya berburu mangsa berukuran kecil seperti tikus hingga bersembunyi dari predator berbahaya. 

Perilaku ini juga ditunjukkan oleh kucing peliharaan di rumah. Mereka kerap kali bersembunyi di tempat sempit seperti kolong tempat tidur ketika merasa tertekan atau ketakutan. Mereka juga melakukannya ketika merasa perlu waktu untuk menyisihkan diri dari lingkungan sekitar.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, rahasia kucing? Lain kali, kamu gak perlu bingung lagi kalau melihat mereka melakukan atraksinya melewati celah sempit. Namun, kamu tetap perlu mengawasi kucingmu, ya! Kadang, mereka suka salah perkiraan dan berakhir tersangkut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team