Sejarah dunia sering diajarkan sebagai urutan peristiwa yang selesai dan pasti, padahal cara peristiwa itu disusun tidak pernah lepas dari kepentingan zamannya. Sejak catatan tertulis digunakan untuk administrasi kerajaan, sejarah berfungsi ganda sebagai alat pengingat sekaligus alat penguat kekuasaan.
Banyak kisah besar bertahan bukan karena paling lengkap, tetapi karena paling sering diulang. Ketika satu versi terus dipakai lintas generasi, versi lain perlahan tenggelam tanpa perlu dihapus terang-terangan. Dari titik ini, sejarah dunia layak dibaca sebagai konstruksi yang bisa diarahkan. Lantas, apakah sejarah dunia pernah dimanipulasi demi kekuasaan politik atau suatu kerajaan? Cari tahu selengkapnya pada ulasan berikut untuk mengetahui cara manipulasi sejarah muncul dan bekerja.
