Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kerap Dikenal Menggemaskan, 5 Sisi Agresif yang Dimiliki Kucing!
ilustrasi kucing marah (unsplash.com/@musicfox)

Semua orang tentu sudah tidak asing lagi keberadaan kucing. Hal ini karena memang kucing sudah dianggap sebagai hewan yang memiliki kedekatan khusus dengan manusia

Apalagi biasanya kucing kerap dijadikan sebagai hewan peliharaan, sehingga sering menghabiskan waktu bersama-sama dengan banyak orang. Meski dikenal sebagai hewan lucu, imut, dan menggemaskan, namun nyatanya kucing tetap memiliki sisi agresifnya. Jika kamu penasaran apa saja sisi agresif yang dapat dilakukan kucing, maka beberapa hal berikut ini bisa menjadi jawabannya.

1. Tak ragu mengejar

ilustrasi kucing (unsplash.com/@thesollers)

Melihat kucing berlari mungkin bukan menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. Hal ini karena kadang kala kucing juga kerap mengajak pemiliknya untuk berlari, sebagai tanda dari keinginan bermainnya. Meski demikian, kucing yang sedang sensitif jelas tidak akan ragu dalam mengejar.

Dilansir Pet Keen, kucing domestik bahkan dapat berlari hingga 48 kilometer perjam dengan kecepatan yang penuh. Hal ini tentu membuat kucing mungkin saja dapat mengejar manusia, jika memang sedang merasa dalam situasi yang berbahaya.

2. Menyerang secara membabi buta

ilustrasi kucing (unsplash.com/@baboudi)

Kata siapa kucing tidak bisa agresif atau melukai manusia? Nyatanya kucing bisa saja melakukan hal seperti itu, apabila kondisinya tidak baik-baik saja, entah secara fisik atau psikologis.

Mengutip Meowtel, kucing dengan berbagai karakteristik agresif dapat melukai dan mencelakai orang lain, bahkan pemiliknya sendiri. Itulah mengapa sangat penting bagi para pemilik kucing untuk senantiasa memperhatikan kucing peliharaannya secara penuh, termasuk untuk kesehatannya.

3. Mengeluarkan cakarnya yang tajam

ilustrasi cakar kucing (unsplash.com/@tuan1561)

Satu bagian anatomi kucing yang bisa menjadi sumber bahaya adalah cakarnya. Perlu dipahami bahwa kucing tak akan ragu mengeluarkan cakar tajamnya apabila berada dalam situasi yang dianggap berbahaya.

Meski kucing dianggap hewan jinak, namun nyatanya kucing tetap memiliki cakar panjang yang akan membantunya untuk berburu dan memanjat di alam liar, seperti dilansir Troy Animal Hospital. Oleh sebab itu, jangan sampai menyepelekan tajamnya cakar pada kucing, ya.

4. Mengigit dengan giginya yang tajam

ilustrasi kucing (unsplash.com/Marlon Soares)

Tidak hanya cakar kucing saja yang dapat menjadi ancaman. Nyatanya kucing juga memiliki gigi-gigi tajam yang tak ragu dijadikan senjata apabila dalam keadaan berbahaya.

Gigi-gigi kucing yang tajam memang difungsinya khusus untuk mengigit daging, sebab keberadaan hewan ini yang dikenal sebagai karnovir, seperti dikutip Golden State Dentistry. Oleh sebab itu, harus ekstra berhati-hati dalam menyentuh kucing, apabila tak ingin sampai digigit.

5. Mengeluarkan suara menggeram dan gestur tubuh yang khas

ilustrasi kucing (unsplash.com/@tetsu_kuro)

Kucing memiliki insting yang kuat dan dapat mengenali situasinya dengan baik. Tak jarang, kucing akan menunjukan gestur atau suara tertentu apabila merasa tidak aman dengan situasinya saat ini.

Dilansir Catster, kucing akan mengeluarkan suara geraman sebagai bentuk rasa kesal, marah, takut, dan agresif. Mereka juga biasanya akan menunjukan gestur tubuh yang tertekuk ke atas dengan bulu-bulunya yang turut menegang. Hal ini bisa menjadi ciri dari agresivitas yang akan ditunjukan oleh kucing.

Ternyata memang kucing tidak selalu memiliki sisi jinak saja. Dalam situasi dan kondisi tertentu, mereka juga bisa berubah agresif dan berbahaya. Terpenting tetap perlakukan kucing dengan baik, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team