Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perumahan warga yang terdampak tanah longsor
gambar perumahan warga yang terdampak tanah longsor (unsplash.com/GuangQi Zheng)

Hujan deras yang turun beberapa minggu belakangan bukan hanya membuat suhu udara jadi lebih sejuk, bahkan dingin. Dibalik kedatangannya, curah hujan yang tinggi juga mengundang sejumlah bencana. Jika beberapa waktu lalu Indonesia dilanda banjir bandang di Sumatra, kini beberapa wilayah di Jawa Barat justru harus menghadapi bencana tanah longsor.

Sama seperti banjir, tanah longsor termasuk bencana yang cukup sering terjadi di musim hujan. Bedanya dengan banjir adalah, bencana satu ini berlangsung dengan sangat cepat sehingga bisa menelan banyak korban jiwa dan kerugian materil. Meski begitu, sama seperti bencana lain, alam kerap menunjukkan tanda-tanda tertentu sebelum bencana itu terjadi. Apa aja tandanya?

1. Hujan dan gempa bumi bisa memicu terjadinya tanah longsor

gambar seorang pria berjalan saat hujan (unsplash.com/Nick Scheerbart)

Tanah longsor terjadi ketika massa batuan, lumpur, dan puing-puing bergerak menuruni lereng. Meski gak selalu, tanah yang mengalami longsor bisa bergerak cepat dan merusak lingkungan sekitarnya dalam waktu singkat. Biasanya terjadi setelah hujan deras atau gempa bumi. Dilansir ABC, perbukitan, pegunungan, hingga tebing tinggi menjadi beberapa area yang paling rawan mengalami tanah longsor.

Sebetulnya risiko bencana ini bisa diminimalisir dengan keberadaan pohon-pohon besar. Akar pohon yang kuat bisa membantu menahan tanah. Sayangnya pembalakan liar hingga deforestasi besar-besaran yang terjadi beberapa tahun belakangan membuat tanah kehilangan ‘pegangan’ sehingga tanah longsor semakin sering terjadi.

2. Tanda-tanda alam terjadinya tanah longsor

gambar jalanan aspal yang mengalami retakan (unsplash.com/Jens Aber)

Gak banyak yang tahu kalau alam kerap memberikan tanda-tanda tertentu sebelum sebuah bencana terjadi. Hal yang sama juga sebenarnya berlaku untuk tanah longsor. Dilansir U.S Geological Survey, berikut beberapa tanda akan terjadinya tanah longsor antara lain adalah:

  1. Pintu dan jendela mendadak macet atau tersangkut, padahal gak mengalami kerusakan apapun.

  2. Tanpa sebab yang jelas, muncul retakan di plester, ubin, batu bata, hingga fondasi rumah.

  3. Gak hanya rumah, retakan juga muncul di jalanan masuk, tanah sekitar, hingga jalanan yang beraspal. Retakannya berkembang perlahan, dan semakin melebar seiring waktu.

  4. Pagar, dinding penahan tanah, tiang listrik, atau pohon yang biasanya berdiri tegak, posisinya berubah miring atau bahkan bergerak.

  5. Air menerobos ke permukaan di lokasi-lokasi baru.

  6. Dinding luar, jalan setapak, hingga tangga mulai menjauh dari bangunan rumah.

  7. Permukaan tanah juga miring ke satu arah atau bahkan bergeser ke arah tertentu.

  8. Terdapat suara gemuruh yang semakin lama semakin besar. Jika sudah begini, sebaiknya segera mengungsi karena suara-suara ini merupakan indikasi bahwa tanah longsoran semakin dekat ke lokasi tempat kamu berada.

3. Apa yang harus dilakukan saat terjadi tanah longsor?

gambar petugas akan melakukan evakuasi (frepik.com/Freepik)

Salah satu alasan kenapa tanah longsor bisa mematikan karena bencana ini sering datang secara tiba-tiba, dan berlangsung dalam waktu cepat. Alhasil banyak orang yang gak siap dan akhirnya menjadi korban. Dilansir Get Ready Queensland, jika tanah longsor terjadi di area sekitar rumah, segeralah menjauh. Evakuasi diri serta keluarga, lalu berlindunglah di tempat yang lebih tinggi dan aman. Hindari daerah lembah karena ke sanalah puing, batuan, dan tanah akan bergerak.

Jika kamu terjebak, dan masih bisa berjalan, segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi secepat mungkin. Namun jika hal itu gak memungkinkan, meringkuk dan melindungi kepala adalah langkah pengamanan terbaik. Selain lembah, hindari sungai atau saluran air karena biasanya banjir terjadi setelah longsor. Tetap waspada dan persiapkan diri menghadapi longsor susulan serta ikuti arahan petugas keamanan.

Bencana tanah longsor memang sangat berbahaya, dan bisa memakan banyak korban. Namun risiko kematian bisa ditanggulangi seandainya kita sudah mengenali tanda-tandanya. Setidaknya sebelum bencana terjadi, kita bisa melakukan evakuasi dan menyelamatkan banyak orang sekitar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team