Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Telur Ayam Memiliki Warna yang Berbeda-beda?
Telur ayam (pexels.fom/www.kaboompics)
  • Warna cangkang telur ayam ditentukan oleh pigmen seperti porifin dan biliverdin, serta faktor genetik, lingkungan, nutrisi, usia, penyakit, sinar matahari, dan tingkat stres ayam.
  • Jenis ayam berbeda menghasilkan variasi warna telur seperti putih dari Leghorn, cokelat dari Rhode Island Red dan Sussex, hingga biru atau hijau dari Araucanas dan Legbar.
  • Cuping telinga ayam bisa menjadi petunjuk warna telur; cuping putih biasanya menghasilkan telur putih, sedangkan cuping gelap cenderung menghasilkan telur berwarna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika diperhatikan, telur ayam yang biasa kita konsumsi memiliki warna yang berbeda-beda. Mulai dari cokelat, cokelat pekat, hingga biru. Permainan warna-warna ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari genetik hingga tingkat stres yang dialami ayam.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan dari mana asal warna telur ayam, apa saja faktor yang memengaruhi warna telur ayam, dan jenis-jenis warna telur ayam. Berikut penjelasan mengenai kondisi telur ayam memiliki warna yang berbeda-beda!

1. Darimana asal warna pada telur ayam?

Telur ayam (unsplash.com/Nick)

Faktor utama yang memengaruhi warna cangkang telur adalah pigmen, genetika, diet, dan kondisi lingkungan. Pigmen seperti porifin dan biliverdin memainkan peran penting dalam mewarnai cangkang telur, mulai dari cokelat pekat hingga biru.

Genetika ayam memainkan peran penting dalam menentukan warna cangkang telur. Sifat genetik yang diwarisi dari ayam jantan dan ayam betina menentukan jenis dan intensitas pigmen, yang menyebabkan warna cangkang telur berbeda di antara berbagai ras.

Di bawah ini adalah faktor-faktor yang menentukan warna telur ayam, antara lain:

  • Genetika: warna cangkang telur sebagian besar ditentukan oleh faktor genetik, tetapi variasi warna cangkang yang cukup besar masih dapat terlihat dalam kelompok unggas yang secara genetik serupa.

  • Penyakit: Beberapa penyakit merusak saluran telur dan memengaruhi produksi telur. Adanya penyakit bronkitis infeksius memiliki pengaruh besar dalam mengubah warna cangkang telur.

  • Nutrisi: Faktor ini biasanya tidak terlalu banyak berpengaruh pada warna cangkang, tetapi kekurangan nutrisi dapat memengaruhi proses perkembangan telur cangkang. Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan telur ayam berwarna pucat.

  • Usia: Telur ayam yang berwarna pucat biasanya ditemukan pada kawanan ayam yang lebih tua. Alasannya adalah bahwa telur tersebut lebih besar, tetapi jumlah pigmen yang diberikan selama pembentukan cangkang tetap sama.

  • Sinar matahari: Ayam yang hidup di lingkungan bebas, biasanya warna telur lebih pucat dibandingkan ayam yang lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tertutup. Alasannya mungkin karena kelebihan vitamin D3 yang tersedia bagi unggas.

  • Stres: Tiga hingga empat jam sebelum telur diletakkan, sebagian besar pigmen dipindahkan ke cangkang. Itulah mengapa telur yang diletakkan lebih awal mungkin tidak memiliki cukup pigmen yang tersimpan. Namun, jika telur disimpan lebih lama di saluran telur karena stres, hal itu dapat menyebabkan lapisan tipis kalsium terendap, sehingga telur terlihat berwarna putih keabuan.

2. Telur ayam bisa berwarna apa saja?

Telur ayam (pexels.fom/Kate L)

Warna telur ayam biasanya bervariasi, tergantung pada jenis ayam dan faktor-faktor yang menentukan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Berikut adalah variasi warna pada telur ayam, antara lain:

  • Telur putih: Ayam dengan sifat genetik tertentu biasanya menghasilkan telur berwarna putih. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan pigmen pada cangkang telur, sehingga menghasilkan telur yang dominan berwarna putih. Jenis ayam petelur putih yang paling sering dijumpai adalah ayam Leghorn.

  • Telur cokelat: Ayam yang menghasilkan telur cokelat umumnya memiliki gen yang memungkinkan mereka untuk menyimpan berbagai jumlah porifin di cangkang telur. Pigmen ini menghasilkan warna cokelat yang khas, misalnya pada ras Rhode Island Red dan Sussex.

  • Telur hijau dan biru: Beberapa jenis ayam, seperti Araucanas, Old Cotswold Legbar, Abzur, dan Olive, membawa variasi genetik yang memungkinkan adanya pengendapan biliverdin, sehingga menghasilkan cangkang telur berwarna biru dan hijau.

  • Telur cokelat tua: Ayam Marans, jenis ayam Prancis, terkenal karena telurnya yang berwarna cokelat tua begitu pekat. Warna cokelat tua ini disebabkan oleh pengendapan porifin dengan konsentrasi tinggi pada cangkang telur.

3. Benarkah cuping telinga ayam bisa memprediksi warna cangkang telur ayam?

Telur ayam (pexels.fom/Jahra)

Untuk bisa memprediksi warna cangkang telur ayam, mulailah dengan mengamati cuping telinga ayamnya. Warna cuping ayam dapat memberikan petunjuk tentang warna telur yang akan dihasilkan.

Umumnya, ayam betina dengan cuping telinga putih cenderung menghasilkan telur putih, sedangkan ayam betina dengan bulu berwarna dan cuping telinga yang lebih gelap cenderung menghasilkan telur berwarna. Hal ini berlaku untuk sebagian besar jenis ayam komersial. Namun, terdapat pengecualian pada jenis ayam hias yang dipelihara di halaman rumah.

Warna cuping telinga pada ayam dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti genetika, garis keturunan leluhur, mutasi, serta adaptasi terhadap kondisi lokal. Misalnya, cuping telinga ayam yang berwarna putih dikaitkan dengan pengendapan basa purin, sementara itu, warna lain dihasilkan dari campuran pigmen melanin dan karotenoid.

Telur ayam memiliki warna yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti genetika, penyakit, nutrisi, usia, sinar matahari, dan tingkat stres. Beberapa jenis ayam menghasilkan telur mulai dari warna cokelat muda, cokelat tua, hingga biru. Untuk memprediksi warna telur ayam, kamu bisa memperhatikan bagian cuping telinga ayam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team