Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret indah gerhana matahari
potret indah gerhana matahari (commons.wikimedia.org/National Science Foundation)

Intinya sih...

  • Gerhana matahari terjadi saat Bulan menutupi Matahari jika dilihat dari Bumi.

  • Ada empat tipe gerhana matahari yang bisa diamati, yakni total, cincin, sebagian, dan hibrida.

  • Masing-masing tipe memiliki bentuk, frekuensi, dan keunikan visual yang berbeda.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena langit yang bisa kita amati dari Bumi itu ada banyak jenisnya, mulai dari perubahan pada Bulan ketika gerhana, gerakan asteroid yang melintas gelapnya malam, sampai berbagai aktivitas dari Matahari. Ya, bintang pusat di tata surya kita ini sebenarnya menghasilkan banyak fenomena unik. Ini tak hanya menarik untuk dilihat, tapi juga berdampak signifikan untuk Bumi.

Salah satu yang cukup populer adalah gerhana matahari. Dalam fenomena langka ini, posisi Bumi, Bulan, dan Matahari harus sejajar atau setidaknya berdekatan sampai ada momen Bulan menutupi Matahari jika dilihat dari Bumi. Akibatnya, bayangan Bulan jatuh di permukaan Bumi dan membuat siang hari berubah gelap sesaat.

Biasanya, kamu pasti membayangkan gerhana matahari itu selalu terjadi saat Bulan benar-benar sejajar antara Bumi dan Matahari sampai menutup Matahari secara sempurna, bukan? Faktanya, ada beberapa tipe gerhana matahari berbeda yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya. Agar makin paham dan tak penasaran lagi, yuk, simak pembahasan tentang tipe-tipe gerhana matahari yang dapat kita amati dari Bumi!

1. Gerhana matahari total

potret gerhana matahari total dari teleskop (commons.wikimedia.org/Rollingskyphoto)

Dibanding tiga tipe lain, fenomena gerhana matahari total jadi yang paling populer dan selalu ditunggu-tunggu. Soalnya, tipe gerhana matahari yang satu ini muncul ketika Bulan benar-benar sejajar dengan Bumi dan Matahari yang menyebabkan tertutupnya permukaan Matahari secara total jika diamati dari Bumi. Dilansir NASA, wilayah Bumi yang mengalami gerhana matahari total akan melihat permukaan Bumi yang benar-benar gelap seperti malam hari selama beberapa menit.

Jika cuaca sedang mendukung, orang-orang di wilayah yang terdampak gerhana matahari total dapat menyaksikan korona Matahari, bagian atmosfer terluar yang biasanya selalu tertutup cahaya Matahari. Jika masih dalam kegelapan total, kita sebenarnya bisa melihat gerhana matahari total dengan mata telanjang. Namun, demi keselamatan, tentunya tetap dianjurkan untuk menggunakan kacamata khusus agar mata kita tidak terkena sinar Matahari langsung setelah gerhana tersebut berakhir.

Gerhana matahari total umumnya terjadi setiap 18 bulan sekali. Akan tetapi, jenis gerhana matahari ini hanya bisa terlihat di bagian spesifik dan tidak selalu di permukaan Bumi. Jadi, kalau kita ingin melihat gerhana ini di wilayah sekitar tempat kita saja, kamu perlu menunggu setiap 375–400 tahun sekali.

2. Gerhana matahari cincin

cincin api yang dihasilkan dari gerhana matahari cincin (commons.wikimedia.org/A013231)

Seperti namanya, saat gerhana matahari cincin terjadi, kita bisa melihat sebuah cincin cahaya di antara Bulan dan Matahari. Perlan melansir kalau gerhana matahari cincin muncul ketika Bulan tetap sejajar dengan Bumi dan Matahari, tetapi jarak orbit relatif dengan Bumi sedang ada di titik terjauhnya (apoge). Karena itu, kita akan melihat cahaya Matahari di tepi Bulan yang tampak seperti sebuah cincin.

Namun, penampakan cincin cahaya yang indah itu tidak berlangsung lama. Soalnya, rata-rata durasi gerhana matahari cincin itu hanya beberapa menit. Setelah penampakan cincin itu selesai terlihat, gerhana yang terjadi langsung berubah bentuk. Tipe gerhana matahari yang satu ini biasa terjadi setiap 2—3 tahun sekali, tetapi selalu muncul di tempat yang berbeda di permukaan Bumi dengan luas rata-rata sekitar 150 km persegi.

3. Gerhana matahari sebagian

bentuk Matahari ketika gerhana matahari sebagian (commons.wikimedia.org/Yurakum)

Sesuai dengan namanya, gerhana matahari sebagian terjadi ketika Bulan tidak benar-benar sejajar dengan Bumi dan Matahari. Dilansir Exploratorium, kemunculan gerhana matahari sebagian ditandai dengan bayangan Bulan yang paling gelap (umbra) tidak sejajar dengan Bumi. Sebagai gantinya, bayangan sebagian yang bernama penumbra sejajar dengan Bumi sehingga menghasilkan pemandangan Matahari yang terlihat setengah atau seperti bulan sabit.

Tipe gerhana matahari yang satu ini bisa dibilang paling sering muncul. Soalnya, setiap 1 tahun kalender, rata-rata ada dua kali kemunculan gerhana matahari sebagian. Malahan, sebenarnya jenis gerhana ini selalu terlihat sekalipun sebenarnya tipe gerhana matahari yang diantisipasi itu berbeda.

Maksudnya, gerhana matahari sebagian selalu jadi pembuka sebelum posisi Bulan dan Matahari sejajar pada tipe gerhana matahari lain. Selain itu, setelah dua tipe tersebut berakhir, kita juga masih bisa melihat gerhana matahari sebagian, setidaknya sampai Bulan dan Matahari meninggalkan posisi mereka. Oh, ya, dalam mengamati tipe gerhana matahari ini, kita wajib menggunakan kacamata khusus agar mata tidak menatap langsung cahaya Matahari, ya!

4. Gerhana matahari hibrida

gerhana matahari hibrida jadi jenis gerhana matahari yang paling langka (commons.wikimedia.org/Luc Viatour)

Terakhir, ada tipe gerhana matahari hibrida. Tipe yang satu ini mengombinasikan ketiga tipe sebelumnya dalam satu momen gerhana yang sama sehingga jadi salah satu yang paling menarik. Dilansir NASA, gerhana matahari hibrida terjadi karena permukaan Bumi itu terdapat lengkungan. Akibatnya, gerhana yang terjadi di daerah lengkungan itu bisa bergeser dari tadinya gerhana matahari cincin menjadi gerhana matahari total maupun sebaliknya.

Akan tetapi, tipe gerhana matahari yang satu ini terbilang sangat jarang terjadi. Sebab, ada banyak syarat yang harus terpenuhi sebelum gerhana ini bisa muncul, tak cuma soal bentuk bulat Bumi. Sebagai contoh, posisi Bulan dan Matahari benar-benar harus sesuai untuk mengalami dua perubahan berbeda dan jarak relatif antara Bumi, Bulan, dan Matahari berada di titik yang sempurna.

Tentunya, kesempatan kita melihat gerhana matahari hibrida itu sangat langka. Bayangkan saja, untuk muncul di tempat yang acak saja, kita harus menunggu selama 1 dekade sekali. Saking langkanya, sejak abad ke-21 sampai sekarang, kita baru berhasil mengamati tujuh gerhana matahari hibrida, lho.

Mau tipe apa pun yang muncul, gerhana matahari jelas jadi fenomena langit yang tidak boleh dilewatkan. Pemandangan indah sekaligus magis jadi daya tarik tersendiri dari gerhana matahari sampai-sampai menghadirkan berbagai cerita rakyat unik pada masa lalu, yang jadi bukti kalau ketertarikan umat manusia terhadap langit itu sudah ada sejak awal peradaban terbentuk. Kalau bisa memilih, kamu lebih suka melihat tipe gerhana matahari yang mana, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎