Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kucing (pexels.com/Emre Yıldız)
ilustrasi kucing (pexels.com/Emre Yıldız)

Intinya sih...

  • Makanan bernutrisi tinggi penting untuk kesehatan bulu dan kulit kucing

  • Sikat bulu kucing secara rutin untuk mencegah kerontokan berlebih dan menjaga sirkulasi darah

  • Jaga kebersihan lingkungan kucing agar tidak memicu alergi, stres, dan iritasi kulit

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Merawat kucing agar bulunya tetap sehat dan tidak mudah mengalami kerontokan tentu memerlukan perhatian yang cermat. Banyak pemilik kucing kerap kali tidak menyadari bahwa kerontokan bulu bisa dipicu oleh hal-hal sederhana yang sebetulnya dapat dicegah sejak awal melalui kebiasaan yang tepat.

Kerontokan bulu memang merupakan bagian normal, namun jika rontok yang berlebihan, maka bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah pada kesehatan kucing atau rutinitas perawatannya. Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mencegah bulu kucing rontok secara berlebihan, sehingga akan membentuk mereka untuk tetap lebih aktif dan percaya diri.

1. Berikan makanan bernutrisi tinggi

ilustrasi kucing makan (unsplash.com/Felice Wölke)

Nutrisi merupakan faktor penting yang akan memengaruhi kesehatan bulu dan juga kulit kucing, sebab makanan yang tidak seimbang bisa menyebabkan bulu kusut atau cepat rontok. Pastikan bahwa kucing memeroleh makanan tinggi protein hewani, asam lemak omega, dan juga vitamin penting agar proses pertumbuhan bulunya tetap berjalan dengan optimal.

Menambahkan suplemen seperti minyak ikan bisa membantu untuk mengurangi peradangan pada kulit yang juga meningkatkan kilau bulu secara lebih alami. Namun, pemberian suplemen tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan kucing dan tidak sampai dilakukan secara berlebihan, bahkan konsultasikan ke dokter hewan terlebih dahulu jika perlu.

2. Sikat bulu kucing secara rutin

ilustrasi kucing (pexels.com/Merve ÇAKIR)

Menyisir bulu secara rutin akan membantu mengangkat bulu mati dan mencegah kerontokan berlebih yang mungkin menumpuk di seluruh kulit. Aktivitas menyikat bisa memperlancar sirkulasi darah di kulit, sehingga bulu pun tumbuh lebih sehat dan kuat.

Untuk pemilik kucing berbulu panjang, maka memerlukan penyesuaian yang lebih sering agar tidak sampai mudah kusut yang mungkin dapat menarik dan merusak kulitnya. Alat penyikat yang tepat sangat penting untuk mematikan prosesnya aman agar tidak sampai menimbulkan iritasi.

3. Jaga kebersihan lingkungan kucing

ilustrasi kucing (unsplash.com/Caleb Woods)

Lingkungan yang kotor bisa memicu terjadinya alergi, stres, dan iritasi kulit yang menyebabkan bulu kucing rontok dengan lebih cepat. Pastikan bahwa tempat tidur, mainan, dan area bermainnya dibersihkan secara rutin untuk memastikan kenyamanan dan kebersihan tubuhnya.

Sirkulasi udara yang baik tentu merupakan bagian penting agar kucing tidak mudah merasa panas dan berlebihan dalam menjilati tubuhnya, sehingga bisa memperburuk kerontokan. Gunakan penyedot tubuh secara berkala untuk mengurangi penumpukan bulu dan partikel alergi yang mungkin terdapat di rumah.

4. Mandikan kucing dengan sampo yang tepat

ilustrasi kucing (unsplash.com/Sam Chang)

Memandikan kucing menggunakan sampo khusus kucing bisa membantu memastikan keseimbangan minyak alami pada kulitnya. Sampo manusia atau produk sembarangan bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi, sehingga justru akan membuat bulu lebih mudah rontok.

Pilihlah sampo yang telah diformulasikan untuk kulit sensitif atau kucing dengan alergi. Jika hewan peliharaanmu memiliki riwayat masalah kulit, mandikan kucing sesuai kebutuhan agar minyak alami pada kulitnya tidak sampai hilang terlalu sering.

Mencegah bulu kucing rontok bukan hanya soal penampilan, namun juga bagian dari menjaga kesehatan hewan peliharaan secara menyeluruh. Dengan perawatan yang tepat dan rutin, maka kamu bisa memastikan kucing tetap nyaman dan memiliki bulu yang kuat, serta sehat. Perhatikan perubahan pada bulu dan kulitnya, serta segera lakukan penyesuaian jika sampai terjadi masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team