Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret gerhana matahari total dari teleskop
potret gerhana matahari total dari teleskop (commons.wikimedia.org/Rollingskyphoto)

Intinya sih...

  • Gerhana matahari hanya aman disaksikan jika mata dilindungi dengan alat yang tepat, seperti kacamata khusus atau metode proyeksi.

  • Penggunaan teleskop atau kamera wajib dilengkapi filter surya agar mata tidak terpapar cahaya berbahaya.

  • Selain mata, kulit juga perlu dilindungi karena sinar Matahari tetap berbahaya selama gerhana berlangsung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mayoritas orang di seluruh dunia tentu sepakat kalau fenomena gerhana matahari jadi salah satu peristiwa langit yang sangat istimewa dan ditunggu-tunggu. Mau itu tipe gerhana matahari total, cincin, sebagian, ataupun hibrida, berita tentang kemunculannya selalu disambut dengan antusias. Bagaimana tidak? Fenomena langit yang satu ini mengombinasikan pergerakan tiga objek luar angkasa yang sangat akrab dengan kita dalam kehidupan sehari-hari, yakni Bumi, Bulan, dan Matahari.

Ketika gerhana matahari terjadi, Bulan sejajar di antara Bumi dan Matahari sehingga terlihat menutupi cahaya Matahari saat siang hari. Tergantung dari tipe gerhana matahari yang muncul, kita dapat menyaksikan rupa sinar Matahari yang berbeda ataupun merasakan kegelapan selama beberapa menit pada siang hari. Meski sangat menarik, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menyaksikan gerhana matahari.

Soalnya, segala peristiwa yang berkaitan dengan Matahari pasti menghasilkan cahaya yang sangat terang. Nah, kalau ditatap dengan mata telanjang atau secara sembarangan, mata kita bisa saja rusak ataupun potret yang diambil jadi kurang maksimal. Karena itu, supaya pengalaman melihat gerhana matahari dapat jadi lebih berkesan, yuk, ikuti empat tips mudah di bawah ini!

1. Wajib bawa kacamata khusus!

anak-anak melihat gerhana matahari dengan kacamata khusus (commons.wikimedia.org/Mtj141)

Salah satu syarat utama supaya pengalaman melihat gerhana matahari jadi lebih maksimal ialah menggunakan kacamata khusus. Ini penting mengingat gerhana matahari itu tidak terjadi dalam waktu yang lama, khususnya pada gerhana matahari total yang menyebabkan permukaan Bumi gelap layaknya malam. Ada potensi mata kita langsung menatap Matahari dalam interval yang singkat itu sehingga sangat dianjurkan untuk mengenakan pelindung mata.

Dilansir NASA, jenis kacamata yang aman untuk menatap gerhana matahari sudah harus tersertifikasi ISO 12312-2 yang merupakan standar internasional. Kalau memang sudah punya kacamata jenis itu dalam waktu panjang, selalu pastikan untuk memeriksanya. Jangan sampai kacamata khusus yang sudah dimiliki itu ternyata sudah rusak atau ada bagian yang kurang layak. Kalau dibiarkan, indra penglihatan kitalah yang berisiko mengalami masalah nantinya.

Oh, ya, ketika sudah mengenakan kacamata khusus, kita dianjurkan untuk tidak menatap gerhana matahari melalui lensa kamera, teleskop, teropong, maupun perangkat optik lain. Ini disebabkan sinar Matahari yang terpancar ketika gerhana mampu membakar filter kacamata khusus kalau kita menggunakan peralatan optik. Jadi, kalau memutuskan untuk mengamati gerhana matahari dengan mata telanjang, pastikan hanya gunakan kacamata tersertifikasi ISO 12312-2 dan tak menggunakan alat bantu penglihatan lain, ya!

2. Pakai filter khusus teleskop

Melihat gerhana matahari dengan teleskop wajib menggunakan filter surya supaya lebih aman. (commons.wikimedia.org/mujeebcpy)

Kalau ingin pengalaman menatap objek luar angkasa secara maksimal, teleskop sudah pasti jadi benda wajib. Lewat lensa khusus, teleskop mampu memperjelas sekaligus memperbesar pandangan kita menjadi lebih fokus ke arah gerhana matahari yang sedang berlangsung. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau ingin melihat gerhana matahari dengan teleskop, terutama terkait keamanannya.

National Space Centre melansir kalau menggunakan filter surya pada teleskop dapat jadi solusi untuk meminimalkan risiko mata terpapar cahaya Matahari secara langsung. Soalnya, jenis filter khusus teleskop ini mampu memblokir sinar UV dan inframerah yang berbahaya bagi mata. Filter ini hanya membiarkan sejumlah kecil cahaya untuk lewat ke dalam lensa sehingga jauh lebih aman bagi mata ketika menatap gerhana matahari melalui teleskop.

Perhatikan posisi peletakan filter surya untuk teleskop ini. Pastikan hanya meletakannya di bagian depan lensa teleskop, bukan pada bagian mata kita mengintip teleskop supaya fungsi penyaring cahaya Matahari dari benda ini jadi lebih efektif. Selain itu, selalu cek kondisi filter surya agar tidak rusak dan selalu dalam kondisi yang prima.

3. Pakai proyeksi gambar untuk pengalaman yang unik dan aman

ilustrasi gerhana matahari yang digambar anak-anak (commons.wikimedia.org/Virginia State Parks)

Ada cara unik untuk mengamati gerhana matahari yang terbilang aman dan mudah dilakukan. Namanya pinhole projector alias proyektor lubang jarum. Sesuai dengan namanya, alat buatan tangan yang satu ini memanfaatkan efek lubang jarum ke arah permukaan yang rata sehingga menghasilkan proyeksi gerhana matahari secara samar, tapi masih cukup terlihat.

Ada berbagai alat dan metode berbeda untuk memanfaatkan pinhole projector. Adapun, cara paling mudahnya hanya melibatkan tangan kita. Dilansir American Astronomical Society, kita bisa menciptakan efek pinhole projector dengan membentuk pola seperti jaring di jari-jari tangan. Nantinya, jari kita itu diarahkan ke arah gerhana matahari agar memantul ke permukaan yang rata, apa pun bentuk permukaan itu. Setelah itu, kita bisa mengamati gerhana matahari yang berlangsung dari proyeksi bayangan yang muncul di permukaan hasil pantulan pinhole projector dari jari-jari kita.

Cara lain dengan memanfaatkan alat buatan tangan. Exploratorium melansir kalau cara membuat alat pinhole projector hanya membutuhkan kardus, sedikit kertas aluminium, jarum, perekat, dan kertas putih. Mula-mula, bentuk dua buah kardus sampai membentuk kubus atau tabung panjang dengan salah satu ujung yang terpotong. Setelah itu, rekatkan bagian berlubang dari dua kardus itu dengan selotip agar cahaya bisa lewat.

Kalau sudah, lubangi salah satu ujung kardus dengan diameter sekitar 2,5 cm. Letakkan kertas aluminium di lubang itu, rekatkan, dan lalu lubangi dengan sebuah jarum dengan ukuran sekecil mungkin. Pada kardus yang satu lagi, buat lubang pengamatan dengan ukuran besar dan atur jarak dengan kertas putih di bawahnya. Dengan pengaturan ini, kita bisa mengarahkan kardus dengan kertas aluminium ke arah gerhana, sementara kardus lainnya digunakan untuk titik melihat gerhana. Agar lebih jelas lagi, lihat berbagai video cara membuat alat ini di media sosial, ya!

4. Pastikan kulit tetap terlindungi

cincin api yang dihasilkan dari gerhana matahari cincin (commons.wikimedia.org/A013231)

Selain mata, ada satu bagian tubuh lain yang sangat rentan terhadap sengatan sinar Matahari: kulit. Kalau dalam kondisi sehari-hari, kita pasti akan mengenakan krim khusus untuk menghalau efek berbahaya sinar Matahari bagi kulit atau menggunakan payung jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Nah, trik-trik tersebut ternyata tetap berlaku ketika mengamati gerhana matahari, lho.

Dilansir NASA, apa pun tipe gerhana matahari yang muncul, Matahari tetap bersinar terang seperti biasa. Bagi orang-orang yang mengamati fenomena langit ini secara langsung selama berjam-jam, ada risiko terpapar efek berbahaya dari sinar Matahari bagi kulit. Karena itu, selalu ingat untuk pakai tabir surya, penutup kepala (semisal topi atau payung), dan pakaian yang mampu melindungi kulit dari sengatan sinar Matahari secara langsung, ya!

Mau ditatap secara langsung atau diabadikan lewat lensa kamera, fenomena gerhana matahari sudah pasti sangat menarik untuk diikuti. Setelah tahu tips melihat gerhana matahari secara aman di atas, seharusnya kita sudah semakin paham soal apa yang harus dan tidak boleh dilakukan ketika melihat fenomena langit yang satu ini. Dengan begitu, pengalaman kita saat melihatnya pasti akan jadi lebih maksimal dan berkesan. Setuju, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎