Sering kali, umat manusia menunjukkan kehadirannya sebagai makhluk yang suka merusak dan membahayakan nyawa makhluk hidup lain. Salah satunya adalah pemandangan yang terkadang ditemukan oleh penyelam, yaitu terumbu karang yang warna alaminya sudah terkikis akibat mengalami kerusakan, atau memutih.
Di samping itu, ada dua jenis karang, yang dinamai berdasarkan karakteristik fisiknya. Ada karang keras atau berbatu, yang cenderung mirip seperti batu. Lalu ada pula karang lunak, yang sering dikira tumbuhan oleh penyelam. Namun, karang bukan tumbuhan, ya, melainkan hewan.
Dikutip Flip Science, invertebrata ini merupakan bagian dari filum yang sama dengan ubur-ubur, dan tidak dapat bergerak sendiri. Karang keras dapat membentuk terumbu karang, yang merupakan struktur masif untuk menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi organisme lain (bahkan karang lunak). Jadi simpelnya gini, jika terumbu karang rusak atau mati, maka organisme hidup lain akan terganggu. Nah, efeknya juga domino. Berikut ini kita akan membahas apa yang terjadi jika semua terumbu karang mati.
