potret sebagian wilayah Venezuela dari citra satelit (commons.wikimedia.org/Jeff Schmaltz, MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC)
Cadangan minyak raksasa di Venezuela, Trinidad hingga Guyana-Suriname ternyata tidak muncul begitu saja. Di baliknya, ada peran penting batuan sumber berumur Kapur yang terbentuk jutaan tahun lalu di lingkungan laut dalam yang miskin oksigen. Dilansir laman U3 Explore, formasi seperti Querecual, Naparima Hill, dan Canje menjadi “dapur” utama pembentuk minyak, dengan kandungan bahan organic tinggi dan kerogen tipe 2 yang sangat ideal untuk menghasilkan hidrokarbon.
Menariknya, karakteristik batuan sumber di kawasan timur laut Amerika Selatan ini memiliki kemiripan dengan Formasi Eagle Ford di Texas yang sukses dikembangkan sebagai reservoir nonkonvensional. Dengan pendekatan sedimentology detail, biostratigrafi presisi, serta integrasi data geokimia dan seismik modern, potensi eksplorasi batuan sumber kapur di kawasan ini masih sangat terbuka. Tak heran jika wilayah tetangga seperti Guyana-Suriname kini menjadi salah satu hotspot eksplorasi migas paling menjanjikan di dunia.
Pada akhirnya, besarnya cadangan minyak Venezuela bukan semata soal jumlah ladang atau luas wilayahnya, melainkan hasil dari kombinasi geologi yang nyaris sempurna. Lingkungan laut purba yang menghasilkan batuan sumber kaya bahan organik, proses tektonik membantu pematangan minyak, sementara perangkap geologi raksasa seperti Sabuk Orinoco menyimpan hidrokarbon dalam skala luar biasa. Meski sebagian besar berupa minyak berat yang menantang dari sisi teknologi dan biaya, fakta ini menegaskan bahwa Venezuela dianugerahi fondasi geologi yang menjadikannya negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sebuah potensi besar yang terus menjadi sorotan dalam peta energy global.