Salah satu jenis pergerakan Bumi adalah rotasi Bumi. Secara sederhana, rotasi Bumi dapat diartikan sebagai gerakan planet Bumi yang berputar pada sumbu atau porosnya. Laman Live Science menulis bahwa perputaran Bumi pada porosnya sudah terjadi sejak 4,6 miliar tahun lalu, yakni pada fase awal terbentuknya Bumi.
Rotasi Bumi bergerak dari barat ke timur dan sistem rotasi Bumi ini dinamakan dengan prograde, yakni gerakan yang searah dengan arah objek angkasa lainnya. Nah, akibat rotasi Bumi yang berputar ke timur, Bumi bisa mengalami efek pergantian waktu siang dan malam.
Mengapa rotasi Bumi mengarah ke timur dan bukan sebaliknya? Itu karena gerakan inti Bumi sangat dipengaruhi oleh medan magnetik Bumi. Inti Bumi merupakan bagian dalam Bumi yang terdiri dari logam solid. Menurut studi dan penelitian geologi, inti Bumi diselubungi oleh lapisan atau cairan logam.
Nah, karena adanya logam solid dalam inti Bumi, medan magnetik Bumi akan mendorong inti Bumi ke arah timur dan bukan sebaliknya. Tentunya, kamu masih ingat dengan pelajaran SMP mengenai cara kerja dari magnet, bukan? Yup, gaya elektromagnetik yang begitu besar dalam inti Bumi mampu menggerakkan Bumi akibat pengaruh medan magnetik Bumi.
Tahukah kamu berapa kecepatan perputaran Bumi pada porosnya? Selama ini, Bumi berputar dengan kecepatan 1.600 kilometer per jam pada garis ekuator. Namun, kok kita gak pusing, ya? Itu karena kita dan segala isi di Bumi juga bergerak mengikuti perputaran Bumi. Sama saja jika kamu naik pesawat, kamu masih dapat membaca buku dengan santai karena kamu juga ikut menumpang di pesawat dengan kecepatan yang sama.