Salah satu tantangan utama mitigasi sinkhole adalah sulitnya mengenali tanda-tanda awal kemunculannya. Mengingat proses pembentukan rongga berlangsung di bawah permukaan tanah dan terjadi secara perlahan, sinkhole sering kali tidak dapat terdeteksi secara visual. Meski demikian, BRIN menilai potensi sinkhole sebenarnya dapat diidentifikasi lebih dini melalui survei geofisika.
BRIN menyebut metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik dapat digunakan untuk memetakan sebaran, kedalaman, serta ukuran rongga di bawah tanah. Selain itu, di wilayah rawan juga dapat dilakukan rekayasa geoteknik berupa cement grouting, yaitu mengisi rongga bawah tanah dengan semen, mortar, atau bahan kimia tertentu. Langkah ini bertujuan meningkatkan stabilitas lapisan batuan sehingga risiko terjadinya sinkhole dapat ditekan, terutama di kawasan permukiman.
Mengetahui wilayah Indonesia yang rawan sinkhole jadi langkah awal untuk lebih waspada. Jika kamu tinggal di daerah tersebut, pastikan selalu mengecek kondisi tanah sekitar agar tetap aman, ya!
Apa itu sinkhole dan kenapa bisa terjadi di Indonesia? | Sinkhole adalah lubang runtuhan tanah yang terbentuk akibat runtuhnya lapisan bawah tanah, terutama di daerah dengan batuan batugamping yang mudah larut oleh air. |
Wilayah mana saja di Indonesia yang rawan sinkhole? | Beberapa wilayah yang dikenal rawan sinkhole antara lain Gunungkidul, Pacitan, dan Maros karena memiliki bentang alam karst dan lapisan batugamping tebal. |
Apa tanda awal munculnya sinkhole yang perlu diwaspadai masyarakat? | Salah satu tanda awal adalah hilangnya aliran air permukaan secara mendadak, yang bisa menandakan air masuk ke rongga bawah tanah. |
Referensi
"Peneliti BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Wilayah Batugamping Indonesia". BRIN. Diakses Januari 2026.