Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Air Cucian Beras Adalah Pupuk Ajaib untuk Tanaman Hias? Ini Buktinya!
ilustrasi menyiram tanaman dengan air cucian beras (pexels.com/cottonbro)
  • Air cucian beras mengandung pati, mineral, dan vitamin seperti B1, B3, B6, mangan, fosfor, serta unsur hara NPK yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman hias.
  • Penggunaan air cucian beras dapat meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan daun dan akar, namun perlu dibatasi agar tidak menimbulkan jamur atau menarik hama.
  • Ada tiga cara utama mengolah air beras untuk tanaman hias: fermentasi untuk hasil maksimal, perebusan dengan pengenceran sebelum pakai, dan penggunaan langsung dari hasil cucian beras.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap hari, kita sebenarnya mampu menghasilkan pupuk terbaik untuk tanaman hias hanya dari dapur saja, lho! Yup, benar, salah satunya didapatkan dari air cucian beras. Air keruh bekas cucian beras itu bukan sekadar limbah dapur, melainkan 'pupuk ajaib' yang mampu menyulap daun-daun tanaman hias tumbuh mengkilap dan sehat.

Metode menyiram tanaman hias dengan air cucian beras bukan sekadar cerita turun-temurun saja. Faktanya, sudah banyak penelitian yang mengulik lebih dalam seberapa hebat kandungan air cucian beras sehingga ampuh menyuburkan tanaman. Nah, sebelum buru-buru menyiram tanaman hias dengan air beras, ada baiknya untuk menyimak artikel ini yang membahas apa saja kandungan pada air beras dan cara mengolah air beras untuk tanaman hias.

1. Apa saja kandungan apa air cucian beras?

ilustrasi menyiram tanaman dengan air cucian beras (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)

Dilansir Urban Plant, air cucian beras adalah air yang dihasilkan saat membilas atau memasak beras. Di mana pembilasan beras ini menghilangkan debu, kotoran, dan pestisida dari biji-bijian, sehingga menyisakan air yang kaya akan pati dan mineral. Pati dalam air beras mampu mengaktifkan mikroba tanah, yang kemudian menguraikannya menjadi nutrisi lembut bagi akar tanaman,

Mengutip jurnal artikel yang berjudul 'Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam Rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka', karya Mira Ariyanti, dijelaskan bahwa air cucian beras berpotensi dijadikan pupu karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Nutrisi yang terkandung antara lain 80% vitamin B1, 70% vitamin B3, 90% vitamin B6, 50% mangan, 50% fosfor, 60% zat besi, selain itu juga mengandung Ca 2,944%, Mg 14,252%, Fe 0,0427%, dan B 0,043%. Kandungan unsur hara pada air cucian beras diantaranya N 1008 mg/l, P 12 mg/l, K 124 mg/l, Mg 84 mg/l.

2. Manfaat air cucian beras untuk tanaman hias

ilustrasi menyiram tanaman dengan air cucian beras (pexels.com/Cottonbro)

Dilansir National Nutrition Council, Philippines, air rebusan cucian beras dapat digunakan sebagai pupuk untuk meningkatkan produksi tanaman dan pertumbuhan tanaman yang sehat. Air ini mengandung pupuk NPK atau Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) dalam jumlah yang cukup. Berikut adalah beberapa manfaat menggunakan air cucian beras untuk tanaman hias:

  • Sumber pupuk ramah lingkungan untuk tanaman.

  • Mudah didapatkan dan tersedia dengan mudah.

  • Hemat biaya pembelian pupuk.

  • Meningkatkan populasi bakteri sehat di dalam tanah.

  • Metode pengendalian hama organik.

  • Mendukung pertumbuhan daun dan perkembangan akar.

Sudah terbukti bahwa air cucian beras efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman hias, tetapi jika disalahgunakan dan diaplikasikan secara berlebihan, hal itu dapat menyebabkan:

  • Pelarutan ion nitrogen (pada tanah berpasir)

  • Pengerasan lapisan tanah

  • Pertumbuhan pesat bakteri dan jamur berbahaya

  • Menarik hama pemakan pati seperti semut dan lalat kecil

Oleh karena itu, seperti halnya dengan perawatan berbasi tumbuhan lainnya, kuncinya adalah gunakan air cucian beras secukupnya saja agar tanaman hias tidak rusak.

3. Cara membuat air beras untuk tanaman hias

ilustrasi menyiram tanaman dengan air cucian beras (pexels.com/Kaboompics)

Ada banyak cara untuk menggunakan air cucian beras pada tanaman hias. Mulai dari air beras yang difermentasi, air cucian beras yang direbus, dan air beras yang dicuci. Berikut cara membuatnya:

Fermentasi:

Air beras fermentasi untuk tanaman merupakan inokulan tanah yang paling efektif karena juga mengandung bakteri bermanfaat yang merangsang pertumbuhan. Untuk membuat air beras fermentasi, ikuti tips di bawah ini:

  • Seteleh memasak nasi, masukkan beberapa sendok nasi ke dalam toples kaca dan isi dengan air hingga sedikit di atasnya. Gunakan air suling, karena klorin dalam air keran dapat membunuh mikroba.

  • Alternatifnya, air cucian beras dapat langsung difermentasi tanpa nasi yang sudah dimasak. Hasilnya, produk akhir akan lebih encer daripada nasi yang sudah dimasak.

  • Tutup wadah dengan kain kasa dan simpan di tempat gelap selama 1-2 minggu.

  • Beberapa jamur akan tampak tumbuh di permukaan yang dicirikan dengan jamur berwarna putih. Jika yang kamu lihat adalah pertumbuhan berwarna hitam, cokelat, atau oranye, maka sebaiknya mulai dari awal karena pertumbuhan jamur yang seperti itu dapat merusak tanaman.

  • Setelah fermentasi, saring dan encerkan kaldu beras fermentasi, lalu siramkan ke tanaman secara berkala. Jangan mengaplikasikannya dalam bentuk murni karena dapat mengeras di permukaan tanah dan dapat menarik keberadaan lalat kecil.

Air beras rebus:

  • Campurkan beras dan air dengan perbandingan 1:1.

  • Rebus selama 30-45 menit atau hingga beras melunak. Aduklah sesekali agar lebih merata.

  • Saring butiran beras untuk memisahkan air beras menggunakan kain kasa atau saringan.

  • Cairan yang dihasilkan bertekstur seperti tepung dan kental. Sebelum digunakan, dinginkan terlebih dulu dan encerkan dengan menambahkan air. Jika disiramkan langsung ke tanaman hias, cairan tersebut dapat menumpuk di lapisan tanah atas dan mengeras seperti batu.

Air cucian beras:

  • Cuci beras dengan air, perbandingan air dan beras 3:1.

  • Rendam selama 30-45 menit. Sebagai alternatif, menggosok beras di telapak tangan juga membantu mengekstrak nutrisi dengan cepat.

  • Saring cairan tersebut menggunakan saringan.

  • Simpan cairan dalam toples kaca atau botol semprot. Cairan dapat disimpan dalam wadah tanpa pendinginan selama sekitar 3 hari.

4. Metode mengaplikasikan air beras pada tanaman hias

Tanaman hias (pexels.com/Hyu Phan)

Setelah mengetahui cara membuat air beras untuk tanaman hias, kali ini akan dibahas lebih dalam bagaimana cara mengaplikasikannya. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu coba:

  • Penyemprotan

Menyemprotkan air beras adalah cara paling praktis untuk menyiram tanaman. Kamu hanya perlu menggunakan semprotan tangan dan semprotkan setiap hari pada tanaman hias. Nutrisi yang terlarut dapat langsung diserap melalui dedaunan. Cara ini juga cocok untuk tanaman epifit seperti anggrek, yang menyerap air dan nutrisi melalui daun dan akar udaranya.

  • Penyiraman dari bawah

Kalau kamu punya sukulen atau tanaman yang lebih kecil, pemberian air beras secara teratur paling efektif dilakukan dari bagian bawah. Setelah pot tampak kering atau sedikit lembap, cukup celupkan seluruh wadah atau setengahnya ke dalam ember berisi air beras.

  • Membasahi

Metode ini juga disebut penyiraman dari atas atau penyiraman basah, menyiram tanaman dengan air beras di permukaan tanah adalah cara praktis untuk semak atau pohon raksasa dalam ruangan. Cukup tuangkan jumlah yang kamu inginkan sampai air tersebut mengalir melalui lubang-lubang.

Sebagai penutup, air cucian beras efektif untuk pertumbuhan tanaman hias karena mengandung Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Mengolah air beras untuk tanaman dapat dilakukan dengan cara fermentasi, direbus, atau hasil cucian beras secara langsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team