ilustrasi barongsai (unsplash.com/Donny Haryadi)
Menurut buku The Art of Lion Dance, hewan Barongsai memiliki akar dalam legenda Tionghoa kuno. Konon, seekor monster bernama "Nian" (dapat diartikan sebagai "binatang buas") sering muncul untuk menakuti penduduk desa.
Namun, penduduk desa menemukan bahwa Nian takut pada warna merah, suara keras, dan gerakan yang dinamis. Oleh karena itu, untuk menjauhkan Nian, mereka menggunakan dekorasi merah, petasan, dan tarian yang kini dikenal sebagai tarian Barongsai.
Dengan fungsi dan makna barongsai yang kaya, Barongsai menjadi elemen tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Melalui tarian ini, masyarakat Tionghoa tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga menyatukan diri dalam semangat kebersamaan, tradisi, dan harapan akan keberuntungan di masa yang akan datang.
Mengapa gerakan Barongsai sering kali terlihat seperti tarian bela diri? | Hal ini dikarenakan gerakan Barongsai berakar dari teknik Kung Fu. Pemain Barongsai (khususnya bagian kepala) harus memiliki kuda-kuda yang sangat kuat dan keseimbangan yang baik agar bisa melakukan gerakan akrobatik yang sinkron dengan pemain bagian ekor. |
Apa makna filosofis dari musik pengiring Barongsai yang sangat berisik? | Suara keras dari drum, gong, dan simbal bukan sekadar pengiring, melainkan melambangkan kekuatan yang menggetarkan. Suara tersebut dimaksudkan untuk menakuti makhluk jahat (seperti monster Nian) dan sebagai simbol sukacita yang membangkitkan semangat masyarakat. |
Mengapa Barongsai sering diberikan "Angpao" oleh penonton? | Memberikan angpao kepada Barongsai merupakan simbol rasa terima kasih dan berbagi rezeki. Masyarakat percaya bahwa dengan memberikan sedekah melalui Barongsai, mereka akan mendapatkan berkat kesehatan dan kelancaran bisnis sepanjang tahun. |