ilustrasi bercermin (pexels.com/Ismael Sánchez)
Kamu bisa melihat bayangan diri di cermin karena cermin memiliki permukaan yang halus dan mengilap, yang memantulkan cahaya secara teratur. Nah, cahaya dari sumber seperti Matahari atau lampu memantul dari tubuh lalu mengenai permukaan cermin dan memantul kembali ke mata. Lalu, otak memproses cahaya yang diterima ini dan membentuk gambar visual bayangan diri yang kamu lihat. Untuk lebih jelasnya, berikut tahapan proses terbentuknya bayangan di cermin.
1. Sumber cahaya
Segala sesuatu yang bisa kamu lihat memerlukan cahaya. Cahaya dari Matahari atau lampu akan menyinari tubuhmu dan benda-benda di sekitarmu. Tanpa adanya cahaya, cermin gak akan bisa memantulkan apa pun karena gak ada gelombang cahaya yang ditangkap oleh mata.
2. Pemantulan pada tubuh
Ketika cahaya mengenai tubuhmu, sebagian cahaya akan diserap oleh kulit atau pakaian, tetapi sebagian lainnya dipantulkan ke segala arah. Proses ini membuat tubuhmu bertindak seperti "pemantul sekunder" sebelum cermin bekerja. Cahaya yang dipantulkan inilah yang nantinya berinteraksi dengan permukaan cermin.
3. Pemantulan pada cermin
Sebagian dari cahaya yang dipantulkan tubuhmu mengenai permukaan cermin. Di sinilah, keajaiban dimulai. Itu karena permukaan cermin dirancang khusus untuk memantulkan cahaya dengan sempurna. Berbeda dengan tembok atau kayu yang membuat cahaya menyebar, cermin mengarahkan cahaya ke arah tertentu sesuai hukum pemantulan.
4. Permukaan halus
Cermin memiliki permukaan yang sangat halus dan rata sehingga pantulan cahaya menjadi teratur. Karena permukaan kasar, cahaya dipantulkan secara acak, yang membuat gambar jadi gak jelas. Inilah sebabnya, cermin memiliki kemampuan untuk menghasilkan bayangan yang sangat rinci, bahkan memperlihatkan pori-pori kulit kamu.
5. Pembentukan bayangan
Struktur cahaya yang dipantulkan oleh permukaan cermin menyebabkan bayangan yang sebanding dengan objek aslinya. Pantulan ini menghasilkan citra maya, yang berarti bayangan tampak di balik permukaan cermin, meski sebenarnya hanya cahaya yang diarahkan ke matamu. Ini menjadi proses yang memungkinkan kamu melihat bayanganmu berdiri "seolah-olah" di dalam cermin.
6. Penerimaan oleh mata
Sinar pantulan dari cermin kemudian masuk ke matamu melalui kornea dan lensa. Bagian ini akan memfokuskan cahaya sehingga jatuh tepat di retina. Retina berfungsi layaknya layar kecil tempat gambar pantulan itu diproyeksikan sebelum dikirim ke otak.
7. Pengolahan otak
Sinyal listrik dihasilkan dari cahaya yang ditangkap oleh retina dan dikirim ke otak melalui saraf optik. Setelah itu, otak mengolah sinyal ini dan membaca bentuk, arah, serta warna bayangan. Cahaya pantulan hanyalah kumpulan sinyal tanpa makna visual jika gak ada otak.
8. Melihat diri sendiri
Pada akhirnya, otakmu menggabungkan semua informasi ini dan membentuk gambar cermin dari diri kamu sendiri. Melihat diri sendiri terjadi begitu cepat. Singkatnya, apa yang kamu lihat di cermin adalah hasil dari kerja sama yang sempurna antara cahaya, cermin, mata, dan otak.
Sekarang, kamu tahu jawaban dari pertanyaan mengapa kita bisa melihat bayangan di cermin. Ternyata, ada banyak keajaiban sains, ya. Setiap kali kamu berdiri di depan cermin, ingatlah bahwa yang kamu lihat bukan hanya pantulan fisik. Itu merupakan bukti nyata bagaimana alam semesta bekerja dan memperlihatkan keajaiban kecil setiap hari. Keren, ya!
Referensi
“How Do Mirrors Work?”. Mental Floss. Diakses pada Desember 2025.
“Reflection and Refraction”. Britannica. Diakses pada Desember 2025.