ilustrasi lari (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Dengan definisi tersebut, ternyata ada banyak jenis gaya. Berdasarkan besaran dan arah, gaya dibagi menjadi gaya sentuh dan tak sentuh. Gaya sentuh dibagi lagi menjadi gaya gesekan, gaya yang diterapkan, gaya normal, gaya hambatan udara, gaya tegangan dan gaya pegas. Sedangkan gaya tak sentuh dibedakan menjadi tiga yaitu gaya gravitasi, gaya elektrostatik dan gaya magnetik.
Dalam biomekanik, gaya dibagi menjadi empat bagian. Biomekanik merupakan bagian cabang kecil dari biofisika, perpaduan antara fisika dan biologi. Berikut ini jenis-jenis gaya berdasarkan biomekanik:
Gaya gerak diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yang pertama rotary motion (gerak rotasi). Contohnya adalah gaya gerak persendian di pundak sebagai sumbu pergerakan tangan. Kedua adalah Linear motion (gerak linier), contohnya adalah pelari yang berlari dalam garis lurus dan curvilinear motion (kurvilinier), contohnya aksi melempar bola.
Gaya eksternal berfokus pada gaya diluar tubuh manusia. Contohnya adalah gaya gravitasi yang menarik tubuh manusia agar tetap di tanah. Ada juga pergerakan angin, benda seperti kincir angin serta interaksi antar manusia juga masuk dalam gaya eksternal.
Berbeda dengan gaya eksternal yang fokus di luar tubuh manusia, gaya internal berfokus pada anggota dalam tubuh. Contohnya adalah gerakan otot saat push up, gerakan jaringan ikat saat berlari. Serta gerakan tulang saat berjalan, makan dan lain sebagainya.
Gaya reaksi juga dibagi menjadi beberapa bagian. Ada reaksi tanah saat tubuh memberikan gaya pada tanah ketika berdiri diatasnya. Reaksi sendi seperti gaya pada sendi lutut saat bersepeda. Serta ada reaksi geser yaitu gerakan halus saat kaki bergerak berjalan.